September 13, 2011

Hidup


Pada saat mudik lebaran kemarin, saya sempat bersilaturahmi ke rumah saudara yang baru saja ditinggal suaminya, ia menangis saat pertama kali melihat kedatangan saya, ia menangis karena masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Bagaimana tidak, sekarang dia adalah seorang Janda muda yang memiliki 3 orang anak-anak yang masih sangat kecil, ia bahkan belum yakin dengan apa yang akan ia lakukan dengan kehidupan yang akan ia jalani kedepannya.


Saya berusaha untuk memberikan ia pegangan agar kuat menjalani kehidupan ini. Kita memang tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan meninggalkan dunia fana ini. 


Tidak ada yang bisa menjamin bahwa siang hari nanti kita semua masih bisa menikmati makan siang bersama teman, rekan kantor, keluarga dan lain sebagainya.


Gambar diatas adalah salah satu anaknya yang masih sangat kecil dan butuh kasih sayang seorang Ayah. dan melihat anak-anaknya yang sedang bermain, hati saya terenyuh dan tidak bisa membayangkan betapa berat perjuangan dia sebagai seorang ibu. 3 orang anaknya masih sangat kecil, yang paling tua masih berumur kurang lebih 9 tahun, yang nomor dua berumur 2 tahunan, sedangkan yang paling kecil masih berumur 3 bulan. Dan keluarganya bukanlah keluarga yang berkecukupan.


Hari itu Allah memberikan pelajaran begitu berharga dalam hidup saya, dimana saya harus menyadari bahwa kita hanyalah sementara mengisi dunia ini, kita dalam perjalanan panjang menuju tujuan akhir yaitu Akhirat-Nya. Hari itu Allah juga mengajarkan saya untuk selalu bersyukur atas ni'mat yang Ia berikan.


Begitulah kehidupan wahai saudaraku, kerap kali kita tidak mensyukuri hidup, padahal masih banyak sekali orang-orang disekitar kita yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kerap kali kita tidak menyadari bahwa ada hak-hak orang yang kurang mampu di dalam harta yang kita miliki. Kadang kita hanya bisa membanding-bandingkan dengan hidup orang-orang yang berada diatas kita tanpa menyadari bahwa apa yang kita miliki tidak akan dibawa mati. Hanyalah kain kapan yang akan kita bawa mati, dan amal lah yang akan menjadi pembela kita dihari kemudian nanti. Tidak ada yang hidup abadi di dunia ini, kita semua akan kembali kepada-Nya.


Tuhan akan memberikan ganjaran atas apa yang kita perbuat di dunia, apakah kita termasuk hambanya yang selalu patuh terhadap apa yang Ia perintahkan atau malah sebaliknya ?


Hanya kita yang tahu akan jawaban semua itu.
Mari mensyukuri hidup


Mari peduli dengan keadaan saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.


Mari persiapkan diri kita menghadapi kematian


Mari terus meningkatkan amal ibadah kita agar menjadi hamba yang dicintai-Nya.

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan