October 25, 2011

Keraguan

Purwokerto, 06.11 Pagi
Kuhirup segarnya udara pagi di kota ini, kota yang baru beberapa bulan aku kenal, yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, bahkan bayangan kota ini pun sama sekali belum pernah terbesit dalam ingatan. Hingga akhirnya aku berlabuh disini, ambil bagian dalam mendidik putra-putri bangsa ini.

Purwokerto, kota kecil ini, memang jauh berbeda dari kota yang kutempati sebelumnya yaitu Jakarta. 1 bulan pertama saya masih sulit untuk menyesuaikan diri dengan Purwokerto, kebiasaan saya setiap akhir pekan di Jakarta adalah pergi ke Bioskop, sedangkan disini, memang ada Bioskop tapi film yang diputar bisa dibilang super telat. Tempat nongkrong kesukaanku di Jakarta adalah Ragunan, dan disini saya tidak bisa menemukan hewan-hewan yang telah mengisi relung hatiku selama di Jakarta. Jakarta, meski kadang engkau membuatku sesak dengan kemacetan, sesak, banyaknya masa yang melakukan demo menuntut hak, tapi jujur dari hati yang dalam aku berkata bahwa sesungguhnya aku tidak benar-benar membencimu, buktinya aku masih selalu merindumu dalam tiap hembusan nafasku.

Memasuki bulan kedua, aku mulai bisa akrab dengan lingkungan yang ada, kukayuh sepeda berkeliling kota, menuju tempat-tempat yang kata penduduk sini menarik untuk dilihat, pergi ke beberapa Universitas dan menghabiskan hari dengan membaca buku di perpustakaan umum daerah, kecil memang perpustakaan itu tapi lumayan untuk mengurangi kehausanku akan ilmu pengetahuan.

dan sekarang sudah hampir 4 Bulan saya disini, menghabiskan waktu dengan mengajar, menghabiskan waktu di tengah canda tawa mereka murid-muridku, dan tahukah anda apa yang kurasa ? kebahagiaanku memuncak dan aku ingin mengatakan bahwa tawa kecil mereka, senyum mereka, ucapan salam mereka saat datang ke sekolah, semua itu menambah arti hidup ini.
*
Hari ini, entah apa yang ada dibenakku, kerap kali saya melamun, gambaran Kota Melbourne Australia kembali menghantuiku, apa arti ini semua ? belum relakah aku dengan takdir yang telah Ia berikan untukku ? bukankah aku hanya bisa merencanakan semuanya dengan baik sementara yang menentukan semua itu adalah Kuasanya?

Apa yang ada dalam benakmu ? Australia itu tidak akan pindah , ia tidak akan lari, jika memang Tuhan menghendakiku kembali menginjakkan kaki disana dan belajar disana, maka apapun keadaanku, Ia akan membawamu kesana bersama mimpi-mimpi yang sudah aku tulis dalam lembar demi lembar mimpi. Ini semua hanya masalah waktu saja, tidak seharusnya aku jadikan ini sebagai alasan untuk tidak semangat menjalani hidup.  Bahkan aku jatuh sakit hanya karena bayangan-bayangan kota itu selalu menghantui.
Arian, Lupakah dirimu  bahwa ada murid-muridmu yang menanti kedatanganmu ?
**
Aku tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya aku, bukankah tuhan sudah memberikan mereka (murid-muridku) sebagai permata hatiku saat ini, menggantikan rencana belajarmu yang tertunda. Bukankah belajar itu bisa dimana saja, dan kapan saja, sebari berusaha dan berdoa bahwa Tuhan akan membawaku kesana suatu hari nanti dan kembali menghabiskan waktu di sudut kota Melbourne yang sedari dulu ingin aku kunjungi kembali.
***
Tuhan, engkau tahu apa yang terbaik untuk Hamba-Mu, aku hanya melakukan apa yang bisa kulakukan dengan sebaik mungkin. Aku rela dengan semua rencana yang telah engkau gariskan untukku. Dan aku percaya Engkau selalu ada untukku.

Jawaban

Selasa, 25 Oktober 2011
Saya terbaring lemah di kamar, karena kondisi sedang tidak sehat, hari ini saya juga tidak pergi ke sekolah seperti biasanya, otomatis hari ini saya tidak bertemu dengan murid-murid saya di sekolah. padahal hari ini saya sudah janji dengan mereka untuk membahas tentang kelanjutan perpustakaan mini di kelas, karena menjelang awal bulan buku-buku yang ada di kelas akan diganti dengan koleksi-koleksi baru, dan ternyata hari ini saya tidak bisa ke sekolah.
dari semalam saya hanya tiduran di kamar, dan akhirnya bosan melanda, and sekarang saya sedang duduk di atas kasur sambil menghadap laptop and ingin bercerita dengan warga ngerumpi semua.
06.30 AM
Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya "
"Assalam, ust, bagaimana jawaban antum tentang adik saya yang pernah saya kenalkan? Trmksh, "
Saat saya sedang istirahat sendirian, saya tersentak kaget mendapat pesan singkat itu, rencananya saya memang mau bertemu langsung dengan beliau dan memberi jawaban, tapi berhubung sudah di tanya duluan, maka saya beranikan untuk membalas pesan singkat tadi :
" Wa'alaikum salam, maaf ust, saya blm sempat untuk ksh jawaban, rencananya saya mw ketemu langsung, tapi berhubung ust sudah Tanya duluan, maka jawabannya ‘saya masih belum bisa ust' ‘afwan"
Akhirnya keputusan sudah kubuat, dan saya tidak asal memutuskan tentunya, keputusan itu sudah kuambil melalui proses yang panjang, dengan sholat istikharah memohon petunjuk-Nya, berdiskusi dengan kedua orang tua, minta nasehat dari sesepuh pesantren yang pernah menjadi tempat saya menimba ilmu terdahulu.
Dan saya hanya berharap tidak ada yang tersakiti dengan keputusan yang telah kubuat.

October 21, 2011

Faithful


Kelas kita mempunyai sebuah nama yaitu  “faithful”, Keragaman tingkah, wajah, suku, semua membaur menjadi satu kesatuan utuh di kelas ini, saling mengingatkan satu sama lain ternyata menjadi ciri khas tersendiri dari kelas ini, kepedulian kalian terhadap teman bisa dibilang cukup baik, serta kepatuhan kalian terhadap guru pun sama baiknya.

Akhir-akhir ini kalian memberi semangat lebih (bukan berarti sebelumnya kalian tidak memberi semangat), dengan adanya program perpustakaan mini di dalam kelas yang saya buat, tahukah kalian betapa bahagia melihat kalian tenggelam bersama buku-buku, menambah wawasan tentang dunia bersama buku, teruslah membaca, karena dengan membaca kalian akan tahu bahwa banyak ilmu pengetahuan yang bisa kalian peroleh.

Kalian juga membuat senyum ini tetap berada pada tempatnya (lah emang selama ini senyum saya kemana ? he he), beberapa murid yang tadinya suka telat bangun pagi dan suka molor sholat subuhnya, sekarang sedikit demi sedikit sudah bangun pagi dan sholat tepat waktu meski kadang masih suka molor, tapi paling tidak usaha untuk menjadi lebih baik itu sudah terlihat, semua butuh proses yang tidak sebentar. Yang tadinya masih suka membantah perintah kedua orang tua, sekarang sudah mulai untuk taat, kedua orang tua kalian menceritakan akan kemajuan itu, dan tahukah kalian bahwa ada air mata kebahagiaan yang mengalir saat mereka mengatakan bahwa mereka bahagia saat melihat perubahan-perubahan kecil yang kalian lakukan dan saya hanya bisa tersenyum bahagia saat mendengar apa yang keduanya ceritakan.

Acap kali saya berpikir bahwa kalian adalah malaikat-malaikat yang Tuhan kirimkan untuk ambil bagian dalam lembar demi lembar kisah yang saya tulis rapi dalam hati ini, dan kelak kalian akan kembali membaca kenangan itu saat kita sudah dipisahkan oleh yang namanya jarak, saat kalian menjadi orang-orang yang sibuk, punya keluarga, dsb.

Tidak banyak yang saya harapkan, saya hanya berharap akan selalu ada senyum ditiap jalan yang kalian lalui, dan senyuman itu menandakan bahwa kalian bahagia pernah menjadi bagian dalam hidup ini. Senyum akan terlihat tiap kali kalian bertemu dengan saya, entah itu nantinya kalian sudah menjadi seorang polisi, dokter, guru besar, atau bahkan akan ada diantara kalian yang menjadi presiden. Tidak ada yang tahu bukan ?, dan senyum itu akan selalu terngiang dalam ingatan. Senyum kebahagiaan, mengingat kisah suka duka dalam perjalanan menuntut ilmu yang telah kita buat bersama dengan guru, dan teman-teman di kelas ini.

Coba lihat gambar di atas, bahagia bukan ? , gambar di atas di ambil setelah proses pembelajaran tentang jenazah selesai, coba lihat wajah-wajah kalian, senyum kalian, gaya kalian yang mengalahkan model papan atas sekalipun, kalian bisa membuat saya tersenyum, pernah terbayang bagaimana rasanya melihat orang-orang yang ada disekeliling kita tersenyum bahagia ? senang bukan ?, nah begitulah.

Rasanya baru kemarin saya bertemu kalian semua, namun saya merasa sudah mengenal kalian semua sejak lama, meski saya belum hapal 100% nama-nama kalian, tapi paling tidak saya tahu wajah kalian, sikap kalian, dsb.

Tahukah kalian, tiap kali ada yang sms atau telphone dan tidak masuk sekolah karena alasan sakit, atau alasan lain, saya selalu berdoa, semoga kalian cepat diberi kesembuhan, dan jika bepergian semoga selalu dalam lindungan-Nya. Tidak sanggup rasanya jauh dari kalian semua, terasa ada yang hilang saat tahu kalian tidak bisa mengikuti proses pembelajaran. Tahukah kalian,  senyum kalian, canda tawa, dan kadang-kadang kegaduhan kelas yang kalian buat sudah memberi warna tersendiri dalam hidup ini ?. meski kadang-kadang saya sempat jengkel dengan apa yang kalian perbuat, saya bukanlah malaikat, saya belum sekuat itu untuk menaham amarah, dan saya pun memahami bahwa semua ini adalah proses.

Akhirnya, hanya kebahagiaan kalianlah yang selalu saya dambakan, terlepas dari apakah kalian punya nilai yang bagus atau tidak, namun yang paling penting bagi saya adalah kalian menjadi anak-anak yang mempunyai budi pekerti yang  luhur, apalah artinya nilai tinggi, juara kelas jika budi pekerti yang tertanam pada diri itu bukanlah budi pekerti yang baik.

Good Luck my Students

October 20, 2011

Home Visit


Beberapa tahun yang lalu, saya belum mempunyai bayangan sama sekali bagaimana indahnya menjadi seorang guru, dan beberapa hari ini kebahagiaan saya semakin bertambah, ibarat bunga , hati saya sedang mekar dan berharap akan terus mekar sepanjang waktu (halah lebay sekali ini).

Sudah 3 hari ini, saya melakukan satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh seorang wali kelas, dan itu memang diwajibkan dari pihak sekolah dan kegiatan itu dinamai dengan Home Visit. Jadi, home visit dilakukan bukan hanya karena murid sedang terkena satu permasalahan saja, namun semua murid berhak untuk dikunjungi. Dengan melakukan home visit ini, paling tidak kita bisa mempunyai gambaran jelas dari orang tua siswa bagaimana keadaan si anak saat berada di rumah, selain memang sudah ada buku penghubung yang diberikan pihak sekolah ke orang tua, kegiatan home visit ini juga menjalin kedekatan hati antara wali kelas dan orang tua siswa.


17 Oktober 2011


Hari ini saya melakukan home visit ke rumah si A, selepas sholat maghrib, saya melawan dinginnya malam dan berusaha menemukan alamat yang ada diselembar kertas yang sudah saya siapkan, tidak begitu sulit menemukan alamat rumah si A, namun dinginnya malam sedikit mengganggu perjalanan saya menuju rumahnya. 20 menit kurang lebih waktu yang saya butuhkan hingga akhirnya saya bisa berhenti dengan sebuah senyum (melebay dikit).


Motor saya parkir di depan rumah si A, dan si A sudah berada di depan pintu dan menyambut kedatangan saya (macam pangeran ya.. he he). Saya disambut dengan  senyuman yang dari ayah dan ibunya, saya duduk dan memulai pembicaraan, dimulai dengan menanyakan apa kabar, bagaimana kesibukan si A di rumah, apakah si A rajin belajar, taat kepada kedua orang tua, bagaimana dengan sholatnya, apakah masih suka bolong, atau tetap sholat tapi dengan waktu yang tidak teratur, nampaknya si A ini lumayan susah untuk disuruh belajar, sholat, namun sebenarnya dia anak yang baik hati dan penurut (ahh jangan sampe yang punya baca pujian saya ini J). Sebab seingat saya, di sekolah si A ini merupakan anak yang penurut dan tidak banyak tingkah.


Kurang lebih 30 menit berbincang  dengan kedua orang tua si A, kesepakatan pun dibuat untuk membuat si A lebih baik tentunya, semoga dengan kerjasama yang baik antara kedua orang tua dan guru menjadikan anak lebih baik. Amin.


18 Oktober 2011


Sore ini, tepat pada pukul 17.15 saya mengendarai motor butut saya menuju rumah si B, saya berhenti sejenak di sebuah masjid yang tidak jauh dari rumah si B saat adzan maghrib berkumandang, setelah selesai melaksanakan sholat, saya kembali melanjutkan perjalanan ke rumah si B, sesampainya di rumah B, ia menyambut kedatangan saya dengan sebuah senyum, tidak lupa secangkir kopi dan gorengan di atas meja  membuat pemandangan saya tidak konsen, saya sangat tidak suka minum kopi, namun karena menghormati tuan rumah, saya usahakan untuk meminum meski hanya beberapa teguk saja. Dan gorengan pun menjadi masalah karena pada saat home visit, saya sedang terkena radang tenggorokan (banyak penyakit ya saya ini :D).


Nampaknya si B tidak ada masalah selama di rumah, kedua orang tuanya memberi penjelasan yang sama, si anak merupakan anak yang berbakti, selalu nurut, belajar mandiri, taat ibadah, saya tersenyum sumringah saat mendengarkan penjelasan dari ayah dan ibunya, tidak aneh memang, di sekolah dia memang anak yang baik, cerdas, taat, dan sangat peduli. Saya bangga mempunyai murid seperti dia. Semoga dia menjadi anak yang baik sampai kapan pun. Amin.


18 Oktober 2011


Masih di hari yang sama, sepulang dari rumah si B, saya melanjutkan perjalanan menuju rumah si C, nampaknya si C ini hampir sama dengan si A, susah bangun pagi and sholatnya pun jadi molor, jarang ke masjid, tapi dia tetaplah anak yang baik. Hanya perlu kesabaran dan kepedulian yang lebih saja.

Intinya, sebagai seorang guru, saya selalu mendoakan semua kebaikan bagi murid-murid saya, karena semua itu adalah proses dalam pendidikan, tidak mungkin semuanya jadi langsung rajin belajar, rajin sholat semua, semua itu memerlukan proses yang tidak sebentar, dan kita sebagai seorang guru jangan pernah lelah untuk memberikan nasehat-nasehat yang membangun agar mereka menjadi lebih baik.

Nantikan cerita Home Visit selanjutnya :D

I LOVE MY STUDENTS

October 15, 2011

Catatan Hati Seorang Guru

Sebagai seorang guru, tentunya saya tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan di sekolah, namun saya juga harus memantau kegiatan mereka melalui buku penghubung ke orang tua yang sudah dibuat oleh sekolah, mulai ketaatan mereka melakukan sholat lima waktu dengan baik, akhlak kepada orang tua, dan akhlak kepada diri sendiri (seperti memiliki kesadaran belajar mandiri, menjaga barang milik pribadi, dan berpakaian sesuai syari’at).

Sehubungan dengan itu, sudah beberapa hari ini saya mewajibkan beberapa murid yang saya rasa butuh untuk dibantu (seperti yang masih suka telat sholat atau malah yang masih suka bolong sholatnya) untuk melaporkan jam berapa mereka bangun pagi dan jam berapa mereka melaksanakan sholat subuh. Dan karena kebanyakan dari murid-murid saya suka telat bangun pagi  dan akhirnya waktu sholat subuh nya pun menjadi molor. Setiap pagi mereka harus sms ke saya kalo mereka sudah bangun dan mengkonfirmasikan apakah mereka sudah sholat subuh atau belum. Atau kegiatan ini bisa disebut Shubuh Calling, yaitu saya harus sering mengingatkan mereka untuk bangun pagi dan sholat tepat waktu.

Dan tentunya, kembali saya berusaha menanamkan sikap jujur agar mereka betul-betul melaporkan sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Selain mereka melaporkan secara pribadi melalui sms atau telphone, saya juga mengontrol melalui buku penghubung ke orang tua, dari sana bisa dilihat dalam satu pekan bagaimana kegiatan mereka yang merupakan laporan dari orang tua masing-masing murid. Buku penghubung itu wajib diisi oleh orang tua pada setiap pekannya.

Sebagai seorang guru, sudah selayaknya kita menjadi contoh yang baik bagi murid-murid kita, tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun dimana pun kita harus memberikan contoh yang baik untuk murid-murid kita, tidak salahnya bermain bersama dengan murid-murid kita, karena sesungguhnya guru yang baik adalah guru yang bisa menjadi teman yang baik, yang berusaha melakukan tugasnya dengan baik.

Apakah bercanda bareng dengan murid itu tidak boleh ? tentu jawabannya boleh, tapi kembali kita harus mengetahui kapan kita bisa bercanda dengan mereka, di luar jam pelajaran kita bisa saja bermain bareng mereka, olahraga mungkin, jalan bareng mereka mungkin, namun ketika kita sudah berada di kelas, kita juga harus memposisikan diri sebagai seorang guru, sehingga murid pun akan melakukan hal yang sama.

Kerap kali kita salah mengartikan apa itu tegas , tegas bukan berarti kita harus galak, marah-marah, susah senyum, sehingga membuat murid ketakutan saat mengikuti pelajaran, tegas disini adalah melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang ada, saat murid melakukan kesalahan, maka dia harus diberi sangsi sesuai dengan aturan yang sudah dibuat, namun kita juga tidak bisa menafikan bahwa mungkin mereka bisa menjelaskan apa yang menyebabkan mereka melakukan hal yang demikian, jadi kita tidak membuat sangsi buta tanpa peduli alasan yang mungkin ingin mereka ajukan.

Hubungan yang baik antara guru dan murid akan membuat mereka lebih terbuka, contohnya, saat mereka mempunyai masalah, mereka akan merasakan bahwa guru bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan segala unek-unek mereka dan berharap guru akan mengerti akan apa yang sedang ia rasakan, sehingga mereka bisa merasakan betapa tulusnya kasih seorang guru. Nah kalo mereka sudah berbuat demikian, insyaallah murid akan berusaha bersikap lebih baik kepada kita, karena kita sendiri sudah memulai mengajarkan mereka dan mempraktikkan bagaimana bersikap yang baik.

Eh saya ini sedang ngomong apa sih, kok jadi ngalor ngidul gini, baiklah Sekian celotehan saya pagi ini, selamat pagi dan selamat berhari libur. 

October 14, 2011

my students' creations


Setiap hari Sabtu, saya menjadi penanggung jawab kegiatan Ekskur Photography , ekskur ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat saya sukai, jeprat-jepret seenaknya, pergi hunting photo bersama dengan murid-murid ke tempat-tempat umum, dan di lingkungan sekolah.


Gambar-gambar di dalam postingan ini merupakan karya dari beberapa siswa, hasil hunting photo setelah mengikuti kegiatan ekskur selama 2 minggu. keren kan ? (he he). sementara saya yang bertanggung jawab dengan ekskur ini belum menghasilkan satu buah photo pun (ah guru macam apa saya ini ) :D.


Saya akan terus mengupdate hasil jepretan murid-murid di sekolah untuk kemudian dicetak dan dipajang di papan mading sekolah. rencananya seluruh photo mereka akan dimuat dalam sebuah album besar, agar mereka masih bisa melihat hasil karya mereka selama mengikuti kegiatan eksur photograpy dan masih bisa dilihat oleh junior mereka ditahun yang akan datang.


Anyway, saya kapan jadi model kalian ? *nangis sesenggukan di pojokan* :D



Sudah banyak yang suka dengan photo-photo di atas, mereka adalah warga NGERUMPI

October 13, 2011

BukuBerkaki


Buku Berkaki adalah gerakan pencinta buku yang bertujuan untuk menyebarkan sebanyak mungkin buku kepada anak-anak kurang mampu. Komunitas ini dengan para penggiatnya yang disebut Krucil, berkeliling ke panti-panti asuhan sekitar Jabodetabek untuk #Berbagi dan membacakan buku kepada anak-anak.

 
Terima kasih atas sumbangan kakak-kakak, sebentar lagi Buki bisa berkeliling ke panti asuhan & meminjamkan buku-buku untuk adik-adik.
Kakak yg mau donasi buku bisa dipaketkan ke:
Ria Soraya. Komp. Graha Asri Sektor Lavender, Jln. Ciherang Timur 2 Blok SS No. 6, Simpangan- Cikarang.
Atau donasi berupa uang tunai dan transfer ke:
CIMB Niaga Syariah No. Rek. 520-010-938-7116 a.n Diana Siti Khadijah.
Mohon maaf, kami masih menggunakan rekening volunteer karena belum memiliki rekening a.n Organisasi, namun kami bisa pastikan bantuan kakak-kakak akan kami belikan langsung berupa buku sesuai kebutuhan adik-adik kita.

Terima kasih ;)
Silahkan kunjungi blog BukuBerkaki

Mengisi waktu luang dengan berkebun


Saya rindu dengan kegiatan ini, rindu bermain bersama dengan teman-teman dekat. mengisi waktu luang dengan kegiatan berkebun adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Dear October

Dear October
Hari ini aku merasa ada yang beda dengan diriku, ya ada yang berbeda, tidak biasanya aku begitu peduli dengan dia. Kedatangannya setiap hari selalu kutunggu, sms darinya mampu membuat jantungku berdetak kencang bak hembusan badai topan yang meluluh lantakkan isi duniaku.

Kepada si dia yang telah mencuri hatiku, sudihkah kiranya dikau mengembalikan hatiku yang telah engkau curi, cukup sekali aku merasakan sakitnya perasaan karena kehilangan hati. Dan aku tidak ingin merasakan untuk yang kedua kalinya. Benar kata ayahku dulu, ketika engkau mencintai seseorang, maka jangan engkau berikan seluruh hatimu padanya, karena saat ia pergi meninggalkanmu, maka hatimu pun akan dibawa pergi oleh orang yang engkau cintai dan akhirnya engkau akan menjadi rapuh tak tentu arah gila karena cinta.

Aku termenung, memandang ke jam dinding yang ada di kamarku, kuperhatikan jarum jam yang terus berputar, sementara aku hanya terdiam menunggu malam berganti dengan siang. Meski sakit hati karena hatiku telah dicuri olehnya, namun melihat senyumnya, tawanya, menjabat tangannya adalah keinginanku untuk yang terakhir kalinya mungkin.

Kepada si dia yang telah pergi meninggalkan kisah cinta yang tidak mampu untuk aku tulis kisah akhirnya, bisakah engkau kembali dan membiarkanku menulis kisah ini hingga selesai?, sehingga aku bisa membaca kembali lembar demi lembar kisah cinta yang kita jalani meski  hanya seumur jagung dan terhempas karena gempuran ombak-ombak emosi yang membuat kita terpisah.

Aku tahu dan sadar bahwa cintaku bukan hanya sekedar omong kosong belaka, aku mencintaimu bahkan melebihi cintaku pada diriku sendiri. Sehari tak berjumpa dan tidak melihat senyummu, tidak menjabat tanganmu seakan dunia ini akan runtuh hingga akhirnya engkau muncul di hadapanku dan berkata “ apa kabar my dear?”.

Dear October,
Maaf bila bulan ini aku menuliskan kisah cinta yang tidak berujung, meski baru dua pekan aku bersamamu, namun aku malu padamu tentang hatiku yang telah pergi bersama hembusan angin malam, pergi menjauh dan terus menjauh hingga hilang ditelan gelapnya malam.

October 06, 2011

Atas Nama Cinta

Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang sedang marak digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia, tidak hanya orang dewasa saja, bahkan anak-anak kecil pun sudah mengerti bagaimana cara bermain dengan yang namanya facebook.

Begitu pun dengan diriku yang masih tergolong dalam kategori remaja, Asyraf , itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku, nama itu begitu indah, dan dengan nama itu juga teman-temanku memanggilku. Aku suka bermain dengan dunia maia, mengakses berbagai macam info yang terjadi di belahan dunia, mulai dari yang berkaitan dengan pendidikan, hingga political news. Dan tentunya juga facebook juga tidak pernah absen kubuka saat aku terhubung dengan yang namanya internet.

Tapi biasanya facebook kubuka setelah aku puas mengakses berbagai macam situs dan diakhiri dengan facebook. Banyak hal yang kudapat dari yang namanya facebook, mulai dari persahabatan, bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak pernah ada kabar beritanya (meski hanya sekedar chatting) tapi itu membuat terjalinnya kembali hubungan pertemanan yang sudah lama hilang karena tidak adanya komunikasi satu sama lain. Dan dengan facebook juga aku akhirnya mempunyai sahabat yang bisa menemaniku dalam keadaan suka maupun duka, yang selalu mensupportku saat aku lemah, dan selalu mengingatkanku saat aku di jalan yang salah.

Dan akhirnya dengan facebook juga aku bisa mengenal apa yang dinamakan orang-orang dengan cinta, cinta yang begitu membuat hati ini bergetar, cinta yang mampu memberikan siraman kesejukan dihati, cinta yang terus memberiku semangat untuk terus hidup dan cinta yang tidak pernah lelah untuk terus setia berada di sampingku.

Aisyah namanya, ia wanita yang sangat cantik, dan berkpribadian baik. Saat pertama kenal akan dia, kita hanya berkenalan melalui facebook, mulai dari chatting, saling kirim photo keluarga besar masing-masing dsb. Dan tidak lupa juga kita sering berkomunikasi melalui video call skype Meskipun terbilang jarang. Tapi dengan video call kita bisa lebih mengenal satu sama lain, mulai dari wajah, cara berbicara dan juga bisa mengenal keluarga besar masing-masing melalui video call skype.

Meski tidak setiap hari kita menggunakan facebook sebagai tempat komunikasi, kita juga menggunakan handphone, saling kirim pesan, telphone memberi kabar keadaan masing-masing untuk terus menjaga komunikasi agar terus berjalan baik.

Hingga suatu hari, kuputuskan untuk membuat janji untuk bertemu di kota tua yang berada di Jakarta Barat, sebuah tempat yang memang sudah terlihat tua dimakan usia, dan sering dikunjungi oleh turis lokal dan mancanegara. Namun sayang kota ini terlihat kurang terawatt sehingga tampak begitu usam dimakan usia, bangunan-bangunan yang sudah mulai lapuk terkena air hujan, museum-museum yang juga sudah mulai terlihat kumuh tak terawat. Aku sering menghabiskan waktu senggang di kota ini, menikmati indahnya kota tua di malam hari adalah hal yang sangat mengasyikkan. Banyak pengunjung yang datang , banyak penjual berbagai macam pernak pernik dan lain sebagainya.

Pertemuan itu dibuat untuk memberikan keyakinan hatiku akan pilihan yang telah aku buat, karena aku tidak bisa membohongi perasaan ini, karena perasaan ini terus tumbuh subur meski kita belum pernah bertemu satu sama lain, tapi aku bisa merasakan cinta itu memang benar-benar ada dan tidak pernah berhenti untuk terus menjadikan Aisyah menjadi bagian dalam hari-hariku. Hari-hariku terus dibayangi oleh senyum indahnya, lembut bicaranya dan caranya menerimaku sebagai bagian dalam hidupnya. Meskipun aku belum yakin apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama seperti apa yang aku rasa.

Tepat pukul 16.15 PM, meski matahari sudah sedikit redup, namun aku terus menunggu ia datang dengan membawa seribu harapan, kata-kata sudah tersusun indah dalam benakku, bahkan bagaimana aku akan menyatakan cinta kepadanya pun sudah tersusun rapih dalam kepalaku.

Dari kejauhan, terlihat seorang wanita dengan jubah hijau daun, berkerudung kuning keemasan, dan memakai terusan rok berwarna sama dengan jubah yang ia gunakan. Sedikit kucoba untuk meyakinkan bahwa dia adalah Aisyah, wanita yang sedang kutunggu kedatangannya. Dan tidak lama kemudian ia berada tepat dihadapanku dan mengucapkan salam, dan ia memang Aisyah.

Assalamu’alikum , Kak, ucapnya, ia memang lebih muda  dua tahun dariku, dan panggilan kakak adalah kesepakatan kami berdua, aku pun memanggilnya dengan panggilan adik. Sedikit aku tersentak kaget, karena ini memang pertemuan untuk yang pertama kalinya. Perasaan gugup pun mulai menghampiri, kata-kata yang tadi sudah tersusun rapih mulai berhamburan entah kemana, kucoba untuk  tetap terlihat santai di depannya, dan berusaha untuk merangkai kembali kata-kata yang akan kuucapkan kepadanya.

Ia terlihat lebih santai dibandingkan denganku, tidak terlihat sedikitpun kegugupan di rawut wajahnya, dan ia terlihat begitu cantik berada di sampingku..

Owhhhh Tuhan berikan aku kekuatan untuk terlihat tenang berada di dekat orang yang kucintai. Jangan kau biarkan perasaan tak menentu ini membuat pertemuan ini tidak bermakna. Aku ingin pertemuan ini menjadi pertemuan yang memang sudah Engkau gariskan dalam perjalanan cintaku. Cinta yang sudah lama aku pendam, cinta yang sudah lama aku nanti dan cinta yang sudah cukup lama membuat bathin ini gelisah.
Aku tidak ingin terlalu lama menunggu, segera kumulai pembicaraan
“bagaimana perjalanan kesini tadi …?
“Lumayan menyita waktu, kendaraan begitu banyak menghiasi perjalanan hingga membuat kedatanganku sedikit terlambat jawabnya”
Jawaban itu begitu indah terdengar ditelingaku .
“Kakak sudah lama menunggu…?
“Belum,  lima belas menit yang lalu kakak datang, seraya menunggu sambil melihat berbagai macam keunikan yang ada di sekeliling”

“Aisyah, mungkin ini terlalu cepat, karena memang ini adalah pertemuan pertama, tapi kakak tidak bisa terus-terusan menahan ini sendirian, aku ingin engkau tahu akan perasaan yang sudah begitu lama aku pendam, dan berharap engkau bisa menerima semuanya dengan cinta yang telah aku mulai. Aku juga tidak ingin cinta ini berakhir dipertemuan yang pertama ini. Aku berharap masih ada pertemuan untuk yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya hingga waktu yang  tak menentu pertemuan ini akan terus ada. Aku ingin engkau menjadi belahan jiwaku, menjadi seseorang yang berada disampingku, menjadi seseorang yang akan mebuat hari-hariku lebih berwarna, menjadi seseorang yang akan membuatku tetap tegak dan bertahan ditengah panasnya terik matahari di padang pasir, menjadi seseorang yang nantinya akan membuatku terus tersenyum meski sakit yang sedang kurasa karena engkau berada di sampingku, menjadi seseorang yang akan merubah pahitnya hidup menjadi manis, menjadi seseorang yang akan merubah kegelapan menjadi cahaya terang dan menjadi seseorang yang nantinya akan menjadi ibu dari anak-anakku”

Aisyah terlihat terdiam, entah apa yang ada dalam benaknya, sementara aku pun hanya diam dan berharap ia akan memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang aku mau dan harapkan. Suasana menjadi sepi, Aisyah hanyut dalam pikirannya, dan aku pun hanyut dalam pikiranku sendiri yang terasa belum siap menerima jawaban tidak untuk cinta yang kunyatakan. Aku ingin cinta itu menjadi jawaban atas perasaan ini.
Beberapa menit berlalu, Aisyah masih belum memberikan jawaban, aku pun masih tetap berusaha sabar untuk menunggu. Dan akhirnya ia pun menatap mataku dengan tatapan yang sangat tajam, entah apa yang ia cari di kedua bola mata ini, jawabankah yang ia cari, atau hanya ingin meyakinkan hatinya akan apa yang baru saja aku nyatakan.

"Kak, aku tahu bagaimana perasaan kakak  yang sebenarnya, karena jujur sebenarnya Aisyah pun merasakan perasaan yang sama, namun masih banyak yang kakak belum tahu tentang Aisyah, dan begitupun juga Aisyah masih ingin tahu lebih banyak lagi tentang kakak, perasaan ini memang terasa begitu cepat dan kakak tidak perlu menyalahkan siapapun karena memang kita saling mencintai, tapi biarkan waktu menjawab ini semua, biarkan tuhan membuatkan cerita cinta yang indah diantara kita berdua dan biarkan Allah yang memberikan jalan cinta yang nantinya akan kita pilih. Untuk saat ini Aisyah tidak bisa menerima cinta yang ada di dalam hati kakak, meskipun cinta itu telah sampai di dalam hatiku”

Entah apa aku harus gembira atau sedih mendengar kata-kata yang baru terdengar di telingaku, di satu sisi aku bahagia karena akhirnya aku bisa tahu bahwa sebenarnya ia pun mempunyai perasaan yang sama seperti yang kurasa, namun disisi lain aku tidak bisa memungkiri bahwa aku pun sakit tatkala tau bahwa cintaku belum cukup untuk menjadikan ia menerima cinta ini, ia hanya memberikanku harapan yang kuat atas nama cinta.

October 01, 2011

Ya Allah, dia kah jodohku ?

Tidak ada tanda-tanda apapun  sore ini, seperti biasa, setiap akhir pekan saya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, namun sekarang pikiranku sedang terbelah seribu. Ya, pikiranku sedang bercabang seribu.

Cerita bermula dari sini,

Selepas sholat magrib, rencananya saya akan langsung pulang ke rumah dan menyelesaikan tugas sekolah. Dan langkahku terhenti saat seorang Kiyai memanggil namaku dan menjabat tanganku, dia adalah Guruku, banyak hal yang ia berikan dalam hidupku, entah sudah berapa banyak ilmu yang telah ia ajarkan padaku sebagai bekal dalam menjalani hidup ini.

Sang Kiyai berucap salam,
“assalamu’alaikum”
“wa’alaikum salam jawabku sambil menjabat tangannya”
“sudah mau pulang ke rumah ustadz ? , Tanya Kiyai kepadaku “
“iya Kiyai, mau melanjutkan tugas sekolah yang belum selesai”
“bisa minta waktunya sebentar ? “
“bisa kiyai, ada apa ?”
“Mari duduk sebentar, ada yang ingin saya bicarakan “

Saya segera menuruti perintah sang guru,  duduk berhadapan dengannya, dan hati saya mulai berdetak kencang tak menentu, ada apa gerangan sang guru memanggil saya dan terlihat begitu serius ingin membicarakan sesuatu.

“ustadz masih sendiri ?”
“iya, jawabku singkat, ada apa memangnya kiyai? “

Kiyai pun memulai ceritanya, saya punya adik perempuan, dulu mondok di salah satu pesantren di Jogja dan menikah dengan kiyainya sendiri, setelah dikaruniai dua orang anak, Kiyai tersebut meninggal dunia dan sekarang anak-anaknya ingin mempunyai seorang ayah, kedua anaknya masih sangat kecil, keduanya masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar.

Sang Guru berhenti sejenak, kemudian setelah beberapa saat ia melanjutkan kembali ceritanya sambil menatap wajahku yang sedari tadi tampak kebingungan, dan jujur di hatiku tertulis pertanyaan-pertanyaan yang tidak aku mengerti, apa hubungannya adik perempuannya denganku. Apa aku terlalu polos dengan semua ini ?

Sekarang, ada seorang laki-laki yang mencoba untuk mendekati adik perempuan saya, tapi laki-laki itu bukanlah laki-laki yang sholeh, ia tidak bisa membaca al-Qur’an, sholat, lantas bagaimana dia akan membimbing adik saya yang seorang hafidzhoh, bagaimana ia membimbing kedua putrinya, saya takut ia tidak bisa memikul warisan –warisan itu, warisan seorang istri yang hafizhoh, sholehah, dan warisan kedua anak yang yatim yang masih sangat kecil, saya tidak ingin jika laki-laki itu ingin menikah dengan adikku hanya karena harta yang ia miliki tanpa memperdulikan adik saya beserta kedua putrinya.

“lantas apa hubungannya dengan saya pak kiyai ?”
“kamu masih sendirian ustadz, sholeh, hafizh, dan saya akan sangat bahagia jika kamu bisa menjadi suami dari adik saya dan menjadi ayah dari kedua anak-anaknya, saya yakin uztadz akan mampu menjadi suami yang baik buat adik saya dan menjadi ayah yang baik untuk kedua putri kecilnnya”
“tapi kiyai, dalam waktu dekat saya tidak punya rencana untuk menikah, meski memang Allah yang menentukan kapan saya akan menikah dan saya tidak mempunyai kuasa atas-Nya”
“sholat istikharah dulu ustadz, jawab kiyaiku”
“aku terdiam,,
“masih diam, hingga akhirnya kiyai berkata,
“ apa mau melihat adik saya ?, dia sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah saya, malam ini kami akan ziarah ke makam suaminya”
“entah apa yang terjadi, saya langsung berkata ia”


Setelah sholat isya, saya ikut bersama kiyai ke rumahnya, dan ta’aruf dengan adik perempuannya. Saya jadi heran dengan diri sendiri, dari mana saya bisa mendapatkan keberanian seperti ini, tidak biasanya saya berani seperti ini, Allah memang maha kuasa, ia tahu bahwa proses ta’aruf adalah hal yang baik sehingga Ia memberi saya keberanian untuk bertemu dengan Adik sang kiyai.

Pada saat proses ta’aruf, banyak hal yang dibicarakan, dimulai dari memperkenalkan keluarga masing-masing, perjalanan hidup dan sebagainya. Satu hal yang menyentuh hati saya adalah kegigihan wanita sholehah ini dalam memperjuangkan agama Allah, ia menerima santriwati di rumah untuk menghapal al-Qur’an dan Alhamdulillah sudah ada yang selesai menghapal al-Qur’an melalui bimbingannya. Meski hanya sedikit, namun ia bahagia memulai semua itu dari bawah. Dari mulutnya selalu terucap asma-asma-Nya. Subhanallah, ia memang wanita yang sholehah.

Setelah selesai proses ta’aruf, saya kembali ke rumah dan tidak henti-hentinya menyebut asma-Nya, memohon petunjuk kepada-Nya.

Ya Allah, Engkaulah yang menguasai hatiku,
Berikan aku petunjukmu agar hamba tidak salah dalam mengambil keputusan.
Aku bersimpuh di hadapan-Mu, memuji keagunganmu, dan meminta petunjukmu.
Ya Allah, jika memang ia jodohku, maka aku ikhlas menerima takdirku
Dan jika memang ia bukan jodohku, pertemukan aku dengannya dalam ridho-Mu.