October 15, 2011

Catatan Hati Seorang Guru

Sebagai seorang guru, tentunya saya tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan di sekolah, namun saya juga harus memantau kegiatan mereka melalui buku penghubung ke orang tua yang sudah dibuat oleh sekolah, mulai ketaatan mereka melakukan sholat lima waktu dengan baik, akhlak kepada orang tua, dan akhlak kepada diri sendiri (seperti memiliki kesadaran belajar mandiri, menjaga barang milik pribadi, dan berpakaian sesuai syari’at).

Sehubungan dengan itu, sudah beberapa hari ini saya mewajibkan beberapa murid yang saya rasa butuh untuk dibantu (seperti yang masih suka telat sholat atau malah yang masih suka bolong sholatnya) untuk melaporkan jam berapa mereka bangun pagi dan jam berapa mereka melaksanakan sholat subuh. Dan karena kebanyakan dari murid-murid saya suka telat bangun pagi  dan akhirnya waktu sholat subuh nya pun menjadi molor. Setiap pagi mereka harus sms ke saya kalo mereka sudah bangun dan mengkonfirmasikan apakah mereka sudah sholat subuh atau belum. Atau kegiatan ini bisa disebut Shubuh Calling, yaitu saya harus sering mengingatkan mereka untuk bangun pagi dan sholat tepat waktu.

Dan tentunya, kembali saya berusaha menanamkan sikap jujur agar mereka betul-betul melaporkan sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Selain mereka melaporkan secara pribadi melalui sms atau telphone, saya juga mengontrol melalui buku penghubung ke orang tua, dari sana bisa dilihat dalam satu pekan bagaimana kegiatan mereka yang merupakan laporan dari orang tua masing-masing murid. Buku penghubung itu wajib diisi oleh orang tua pada setiap pekannya.

Sebagai seorang guru, sudah selayaknya kita menjadi contoh yang baik bagi murid-murid kita, tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun dimana pun kita harus memberikan contoh yang baik untuk murid-murid kita, tidak salahnya bermain bersama dengan murid-murid kita, karena sesungguhnya guru yang baik adalah guru yang bisa menjadi teman yang baik, yang berusaha melakukan tugasnya dengan baik.

Apakah bercanda bareng dengan murid itu tidak boleh ? tentu jawabannya boleh, tapi kembali kita harus mengetahui kapan kita bisa bercanda dengan mereka, di luar jam pelajaran kita bisa saja bermain bareng mereka, olahraga mungkin, jalan bareng mereka mungkin, namun ketika kita sudah berada di kelas, kita juga harus memposisikan diri sebagai seorang guru, sehingga murid pun akan melakukan hal yang sama.

Kerap kali kita salah mengartikan apa itu tegas , tegas bukan berarti kita harus galak, marah-marah, susah senyum, sehingga membuat murid ketakutan saat mengikuti pelajaran, tegas disini adalah melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang ada, saat murid melakukan kesalahan, maka dia harus diberi sangsi sesuai dengan aturan yang sudah dibuat, namun kita juga tidak bisa menafikan bahwa mungkin mereka bisa menjelaskan apa yang menyebabkan mereka melakukan hal yang demikian, jadi kita tidak membuat sangsi buta tanpa peduli alasan yang mungkin ingin mereka ajukan.

Hubungan yang baik antara guru dan murid akan membuat mereka lebih terbuka, contohnya, saat mereka mempunyai masalah, mereka akan merasakan bahwa guru bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan segala unek-unek mereka dan berharap guru akan mengerti akan apa yang sedang ia rasakan, sehingga mereka bisa merasakan betapa tulusnya kasih seorang guru. Nah kalo mereka sudah berbuat demikian, insyaallah murid akan berusaha bersikap lebih baik kepada kita, karena kita sendiri sudah memulai mengajarkan mereka dan mempraktikkan bagaimana bersikap yang baik.

Eh saya ini sedang ngomong apa sih, kok jadi ngalor ngidul gini, baiklah Sekian celotehan saya pagi ini, selamat pagi dan selamat berhari libur. 

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan