October 13, 2011

Dear October

Dear October
Hari ini aku merasa ada yang beda dengan diriku, ya ada yang berbeda, tidak biasanya aku begitu peduli dengan dia. Kedatangannya setiap hari selalu kutunggu, sms darinya mampu membuat jantungku berdetak kencang bak hembusan badai topan yang meluluh lantakkan isi duniaku.

Kepada si dia yang telah mencuri hatiku, sudihkah kiranya dikau mengembalikan hatiku yang telah engkau curi, cukup sekali aku merasakan sakitnya perasaan karena kehilangan hati. Dan aku tidak ingin merasakan untuk yang kedua kalinya. Benar kata ayahku dulu, ketika engkau mencintai seseorang, maka jangan engkau berikan seluruh hatimu padanya, karena saat ia pergi meninggalkanmu, maka hatimu pun akan dibawa pergi oleh orang yang engkau cintai dan akhirnya engkau akan menjadi rapuh tak tentu arah gila karena cinta.

Aku termenung, memandang ke jam dinding yang ada di kamarku, kuperhatikan jarum jam yang terus berputar, sementara aku hanya terdiam menunggu malam berganti dengan siang. Meski sakit hati karena hatiku telah dicuri olehnya, namun melihat senyumnya, tawanya, menjabat tangannya adalah keinginanku untuk yang terakhir kalinya mungkin.

Kepada si dia yang telah pergi meninggalkan kisah cinta yang tidak mampu untuk aku tulis kisah akhirnya, bisakah engkau kembali dan membiarkanku menulis kisah ini hingga selesai?, sehingga aku bisa membaca kembali lembar demi lembar kisah cinta yang kita jalani meski  hanya seumur jagung dan terhempas karena gempuran ombak-ombak emosi yang membuat kita terpisah.

Aku tahu dan sadar bahwa cintaku bukan hanya sekedar omong kosong belaka, aku mencintaimu bahkan melebihi cintaku pada diriku sendiri. Sehari tak berjumpa dan tidak melihat senyummu, tidak menjabat tanganmu seakan dunia ini akan runtuh hingga akhirnya engkau muncul di hadapanku dan berkata “ apa kabar my dear?”.

Dear October,
Maaf bila bulan ini aku menuliskan kisah cinta yang tidak berujung, meski baru dua pekan aku bersamamu, namun aku malu padamu tentang hatiku yang telah pergi bersama hembusan angin malam, pergi menjauh dan terus menjauh hingga hilang ditelan gelapnya malam.

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan