November 05, 2011

Komunikasi yang baik antara Guru dan Murid

Pengajaran pada dasarnya merupakan suatu proses terjadinya interaksi antara guru dengan siswa melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk kegiatan, yakni kegiatan belajar siswa dengan kegiatan mengajar guru. Belajar pada hakikatnya adalah proses perubahan tingkah laku yang disadari. Mengajar pada hakikatnya adalah usaha yang direncanakan melalui pengaturan dan penyediaan kondisi yang memungkinkan siswa melakukan berbagai kegiatan belajar sebaik mungkin.

Untuk mencapai interaksi belajar mengajar sudah barang tentu adanya komunikasi yang jelas antara guru (pengajar) dengan siswa (pelajar) sehingga terpadunya dua kegiatan yakni kegiatan mengajar (usaha guru) dengan kegiatan belajar (tugas siswa) yang berdaya guna dalam mencapai pengajaran. Sering kita jumpai kegagalan pengajaran disebabkan lemahnya sistem komunikasi, untuk itulah guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar. Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa yaitu:

Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah.

Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi misalnya guru menerangkan pelajaran dengan menggunakan metode ceramah, sementara siswa mendengarkan keterangan dari guru tersebut.

Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.

Pada Komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan sama, yakni pemberi aksi dan penerima aksi sehingga keduanya dapat saling memberi dan menerima. Misalnya setelah guru memberi penjelasan pelajaran kepada siswanya, kemudian guru memberi pertanyaan kepada siswanya dan siswa menjawab pertanyaan tersebut.

Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi.

Yakni komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Misalnya guru mengadakan diskusi dalam kelas.

Dengan adanya tiga pola komunikasi yang jelas dari komunikator kepada komunikan diharapkan dapat memperlancar proses kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Komunikasi sangat berperan, karena dalam proses belajar terdapat unsur yang saling mempengaruhi. Dengan komunikasi, proses perubahan tingkah laku akan terjadi  dari tidak tahu menjadi tahu, dan tidak paham menjadi paham. Dengan demikian komunikasi dapat menimbulkan efek sesuai dengan tujuan yang diharapkan, yaitu menumbuhkan motivasi belajar siswa sehingga prestasi siswa akan menjadi baik.

Untuk mengembangkan kemandirian siswa, diperlukan suatu kondisi yang memungkinkan siswa belajar secara efektif semakin banyak siswa melakukan komunikasi maka semakin dalam pengetahuannya. Semakin banyak siswa melakukan komunikasi, maka kecakapan dan pengetahuan yang dimilikinya dapat semakin dikuasai dan semakin mendalam, karena komunikasi yang telah dilakukan akan membawa ke tingkat yang lebih baik.

Berdasarkan pemikiran di atas jelaslah bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang erat dengan komunikasi yang dilakukan guru. Dengan demikian secara kronologi dapat dikatakan bahwa kreativitas komunikasi yang diberikan guru terhadap muridnya akan menjadikan semangat siswa dalam belajar  tinggi sehingga akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar yang baik pula.

Seribu Sehari Meraih Ridho Ilahi

Rasanya sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin tentang kisan Nabi Ibrahim AS yang senantiasa taat kepada Allah SWT bahkan ketika Allah memintanya untuk mengorbankan Anaknya pun Ia senantiasa mentaati tanpa ragu dan peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an.

Dalam rangka menyemarakkan semangat berqurban, pihak sekolah akhirnya membuat sebuah anjuran kepada murid-murid untuk berinfaq sejak awal bulan Oktober hingga akhir bulan. 

“Seribu Sehari Meraih Ridho Ilahi” 

Itulah kalimat yang dipasang di pintu gerbang sekolah yang bertujuan untuk mengingatkan, memotivasi dan  membiasakan anak-anak untuk senantiasa berinfaq.

Target awal dana infaq yang terkumpul dari seluruh unit sekolah TK, SD 01, SD 02, SMP, dan SMA IT adalah 80 Juta, dan ternyata hasilnya melebihi dari target yang kita rencanakan.  Dana yang terkumpul dari program “seribu sehari meraih ridho Ilahi” ini mencapai 107 Juta.  Meskipun program ini hanya bersifat anjuran, namun Alhamdulillah anak-anak sudah mulai menyadari pentingnya melakukan Infaq.

Dana 107 Juta ini akan dibelikan Hewan Qurban, dan pihak sekolah akan melakukan Tebar Hewan Qurban ke daerah-daerah yang masih jarang mendapat hewan Qurban atau malah sama sekali tidak pernah bisa menikmati Hewan Qurban. Setelah melakukan survei beberapa hari, akhirnya 7 desa pun sudah dipilih dan dijadikan lokasi pemotongan hewan Qurban pada hari Minggu nanti.

Semoga kebiasaan baik ini akan terus berlanjut tanpa harus menunggu datangnya hari raya Idul Adha. Amin

Posting pertama kali di Ngerumpi