July 17, 2012

Subuh Calling #day1


Mulai tanggal 16 kemarin, siswa sudah kembali masuk ke sekolah. Mereka sudah melalui libur panjang. Kali ini saya menjadi wali kelas kelas “VIII Al Abror”. Al Abror berasal dari kata Al Birru yang berarti kebaikan. Dengan harapan, murid-murid saya akan menebar kebaikan-kebaikan di permukaan bumi ini. Karena kebaikan itu menunjukkan jalan menuju surgaNya.

Salah satu program saya sebagai wali kelas adalah melakukan “subuh calling”. Subuh calling dilakukan guna mengajak anak-anak untuk melaksanakan shalat subuh tepat waktu. Di kelas yang saya ampu ada 33 siswa. Mereka saya bagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok ada ketua yang bertanggung jawab atas anggotanya. Tekhnis pelaksanaan subuh calling ini cukup sederhana. Misalnya kelompok B ;

Bagas Pamungkas
Bangun Setyo Dwi Prambudi
Bayu Azra Maulana
Rafi Anshari
Pratama Cahyo Nugroho
Naufal Ibrahim

Saya sebagai wali kelas akan miscall ke “Bagas Pamungkas”, kemudian dia akan melanjutkan ke anggota yang ada di bawahnya yaitu “Bangun Setyo Dwi Prambudi”, kemudian Bangun akan menghubungi “Bayu Azra Maulana”, Bayu menghubungi “Rafi Anshari”, Rafi menghubungi “Pratama Cahyo Nugroho”, Cahyo menghubungi “Naufal Ibrahim” dan Naufal akan menghubungi saya sebagai tanda bahwa subuh calling sudah selesai untuk kelompok tersebut, dan berharap mereka semua sudah bangun dan langsung mendirikan shalat subuh tepat waktu, tidak terlambat.

Lantas, adakah kesempatan bagi mereka untuk berbohong? Bisa saja kan setelah melakukan miscall mereka tidur lagi? Celah itu pasti ada, namun jika setiap hari saya “Tanya”, kemudian dia terus-terus berbohong, pasti akan ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka. Kali pertama mungkin berani berbohong, namun jika terus diingatkan, maka saya yakin akan ada kegelisahan hati mereka saat ingin berbohong, hingga akhirnya perlahan mulai melaksanakan shalat subuh dengan baik. Semoga Allah merahmati mereka.

Begitu juga dengan kelompok yang lain, saya hanya menghubungi ketua kelompoknya dan anggota yang paling bawah akan menghubungi saya (miscall).

Satu yang saya inginkan, saya ingin anak-anak terbiasa untuk bangun pagi, segera mendirikan shalat subuh tepat waktu. Karena ada keutamaan yang akan kita dapat jika melaksanakan shalat tepat waktu. Waktu subuh memang merupakan waktu yang paling berat bagi kaum muslimin untuk “shalat”, bahkan ada yang mengakhirkan waktu shalat, atau bahkan ada yang tidak shalat subuh sama sekali. Dan saya tidak ingin murid-murid saya seperti itu.

Saya percaya, suatu kebaikan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter mereka. Mungkin pada awalnya ini berat bagi mereka, namun saya percaya jika mereka terus diingatkan dengan baik, diajak untuk selalu shalat lima waktu dengan baik, Insya Allah mereka akan menjadi baik. Bukankah batu yang demikin kerasnya bisa berlubang dengan tetesan air yang lembut setiap harinya? Pun demikian dengan hati manusia.

Pagi ini, saya tersenyum melihat mereka datang ke sekolah, meletakkan tasnya di kelas kemudian menuju masjid untuk melaksanakan “shalat dhuha”. Kemudian saat bel masuk berdering, saya masuk kelas dan melihat Al-Qur’an sudah di meja masing-masing dan mereka sudah siap untuk “Tadarus Al-Qur’an”. Baarakallahu

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan