November 08, 2012

Sebuah Persembahan

Temu Tokoh

Kali ini, aku ingin menuliskan sebuah puisi yang aku tulis khusus buat murid-muridku. Puisi ini aku buat saat jam istirahat, kurang lebih butuh waktu 7 menit untuk merangkai kata menjadi kalimat-kalimat yang rada-rada aneh menurutku. Aku bukan tipe orang yang pandai merangkai kata menjadi kalimat yang indah bermakna. Namun, setidaknya aku mencoba untuk membuat sebuah persembahan untuk mereka, murid-muridku yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupanku.

∞∞

“Kadang”

Kadang, aku terdiam
Menatap wajah seribu malaikat yang ada di hadapanku
Kadang, aku tertawa
Saat kalian dengan lugunya menarik tanganku, mengajakku bermain bersama
Kadang, aku tertunduk malu
Saat kalian lebih rajin tadarus Al Qur’an dibandingkan aku
Kadang, aku menerawang
Saat kalian bertanya tentang hal yang tidak kumengerti
Namun, kadang aku berlari
Mengejar langkah kalian yang tak lagi lambat, kalian terus melangkah, mencoba meraih mimpi
Dan kini, aku berdiri di hadapan kalian
Tersenyum, tertawa, dan menikmati pagi
Meski kadang mentari enggan menampakkan sinarnya
Sekuat apa pun aku memegang kalian
Seerat apapun aku merangkul kalian
Suatu saat kalian akan pergi
Dan jika memang itu terjadi,
Aku berharap masih ada tentangku di lubuk hati kalian

2 comments:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan