April 12, 2012

Tentang Tato



Bermula dari tweets saya yang membahas tentang tato, sekarang saya ingin menjadikannya sebuah artikel. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui, atau menghakimi orang-orang yang mempunyai tato. Tulisan ini dari sudut pandang agama (Islam) dan medis. Tentunya ini hanya sebatas pengetahun saya saja.

Saya pernah menanyakan alasan bertato kepada teman-teman yang mempunyai tato. Sebagian besar jawabannya adalah “seni, keren, punya makna tersendiri, laki banget, dan sebagainya”. Tato tidak hanya digemari Kaum Adam, namun Kaum Hawa pun juga menggemari tato.

Saya pernah membaca, tato berasal dari bahasa Tahiti “tatu” yang berarti “tanda”. Para ahli menyimpulkan bahwa tato sudah ada sejak tahun 12.000 Sebelum Masehi. 

Lantas bagaimana Islam memandang tato? 

Sumber hukum utama dalam Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Keduanya sebagai landasan utama umat Islam hidup. Allah swt. memberikan kita pedoman dalam menjalani hidup. Di dalam Al-Qur’an, surat An-Nisa ayat 119 Allah swt. berfirman :

“Dan aku (setan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa`: 119)

Di dalam ayat ini, kita bisa melihat bagaimana Al-Qur’an sudah mengabarkan bahwa suatu saat nanti akan ada orang-orang yang melakukan apa yang ada di dalam ayat ini. Itulah keajaiban Al-Qur’an, selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Sudah banyak penelitian-penelitian ilmiah tentang hikmah dari apa yang dilarang oleh Allah. Seperti, hikmah diharamkannya darah, babi, dsb. Ilmu pengetahuan sudah membuktikan itu. Subhanallah

 Allah melarang tato karena  merubah bentuk ciptaan Allah. Allah sudah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya ciptaan. Dia memberi kita dua tangan, dua kaki, kita sudah diberi kulit yang bagus, dsb. Lantas setelah Allah memberikan semua itu, kita malah merubahnya dengan memberi gambar-gambar, tulisan-tulisan sebagai penghias kulit dengan berbagai macam alasan. Kulit yang bersih saat pertama kali kita lahir, itulah ciptaan-Nya dan kita merubahnya. Oleh karena perubahan itulah tato dilarang.

Hal ini juga diperjelas oleh Hadits Rasulullah saw. :

Allah mengutuk wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, orang yang membuatkan tato dan orang yang meminta dibuatkan tato” (HR. Bukhari no. 5933)

Hadits ini menjelaskan bahwa Allah swt. Melaknat orang yang memiliki tato, dan yang mentato, wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan. Tentunya keharaman berlaku bukan untuk wanita saja, akan tetapi juga berlaku bagi laki-laki. Laki-laki dan perempuan tidak diperbolehkan untuk mempunyai tato. Sesuai dengan firman Allah di atas tadi. Sebagai umat yang beragama, sudah tentu kita wajib mentaati apa yang sudah ditentukan oleh Allah yang telah menciptakan kita dan memberi kita nikmat yang tidak terhingga. 

Bagi yang mempunyai tato, tentunya sudah tahu bagaimana proses pembuatan tato itu sendiri. Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan lagi proses pembuatan tato itu sendiri. Akan tetapi, yang ingin saya tekankan adalah; tato adalah najis. Mengapa najis? Karena tato adalah campuran antara tinta dan darah. Pada saat seseorang ditato, tinta yang dimasukkan ke kulit bercampur dengan darah. Kemudian campuran antara tinta dan darah itulah yang membentuk gambar tato, kemudian mengering. Lantas, ketika seseorang beribadah; semisal shalat, mandi wajib (junub) maka ibadahnya tidaklah sah. Mengapa tidak sah? Karena ada najis dikulitnya, yaitu darah yang mengering. 

Sempat ada yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan apa yang saya tulis,

“aku gak rela darah dikatain najis #tato”

Islam mengharamkan darah. Dari segi medis, darah mengandung uric acid (asam urat) berkadar tinggi. Asam urat adalah senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Asam urat merupakan sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna. Sehingga  terjadi penumpukan purine yang berasal dari makanan. Dalam tubuh manusia, senyawa ini adalah kotoran. Sekitar 98% asam urat dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni. Indahnya Islam, selalu ada hikmah dibalik apa yang dilarang oleh Allah.

 Allah SWT yang mengharamkan darah,

 “Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi…” (QS. Al-Maidah : 3)

Ditinjau dari segi medis, orang yang mempunyai tato memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan  berbagai penyakit secara free (ndak usah bayar)
Hepatitis
Tetanus
Migrain
Gangguan saraf
Dan lain sebagainya.

Tahukan anda? Ketika seseorang mentato anggota tubuhnya, peluang untuk terluka itu sangatlah besar. Di luka itulah segala macam penyakit mengintai untuk masuk ke dalam tubuh manusia. luka yang diakibatkan oleh jarum tadi juga bisa mengakibatkan iritasi, kemudian  infeksi.

Masih banyak resiko lain, misalkan dari penggunaan jarum tato. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa jarum yang digunakan untuk mentato itu selalu steril dan baru. 

“Kan bisa bawa jarum sendiri”.. ya monggo. Tapi, ditinjau dari Agama tato tetaplah tidak boleh. 

Nah, bagaimana kalo seandainya ada yang bilang ;

“Saya mempunyai tato, tapi sekarang saya menyesal dan ingin bertaubat. Haruskah saya menghilangkan tato?”

Jika tidak mungkin menghilangkan tato kecuali de­ngan melukainya maka dilihat terlebih dahulu; apabila khawatir bertambah rusak, atau matinya organ tubuh yang lain atau malah menimbulkan luka baru yang lebih jelek, maka tidak wajib dihilangkan. Cukup baginya bertaubat dengan taubat yang sebenar­-benarnya. Akan tetapi, jika tidak ada kekhawatiran yang disebutkan di atas, maka wajib bersegera menghilangkan tatonya. Dalam masalah ini, laki­-laki dan wanita hukum­nya sama.

Saya sama sekali tidak melarang kalian untuk memiliki tato. Masing-masing orang mempunyai pendapat sendiri kan? Pun dengan saya. Jadi, yang mau mempunyai tato, ya monggo. Kalo situ bilang ,

“Tato itu kan keren” ya silahkan.