April 17, 2013

Dear My Secret Admirer




Pernah dapat email nggak jelas dari seseorang? Seseorang yang mengaku mengenalmu dengan baik meski dalam diam? Seseorang yang mengaku bahwa dia mencintaimu meski enggan menampakkan diri di hadapanmu? Seseorang yang entah siapa kemudian tiba-tiba mengirimu kata-kata romantis? Pernah?

Coba baca pesan yang dikirim dari seseorang yang mengaku mengenal saya di bawah ini :

Di keramaian aku pernah berteriak kepadamu dalam hati " Aku mencintaimu !", namun dirimu tak pernah mendengarkannya.

Aku selalu ada di belakangmu, tanpa pernah punya nyali untuk berdiri menghadapmu dan mengaku. Biarlah ini menjadi kelakar yang memalukan, asal kau tahu, asal kau tahu. 

Cukup bagiku, saat kau tahu.

Siapapun anda, tidak baik bersikap seperti ini. Apa salahnya mengaku dengan jujur siapa diri Anda sebenarnya? Bukankah dengan mengakui sejujurnya, rasa yang ada di dalam hatimu akan lebih tenang?

 

Selain pesan di atas, ada lagi pesan yang lain:

 

Di akhir musim hujan nanti semua akan selesai. Aku akan mengembalikan setiap potongan hati ke tempatnya semula. Mengembalikanmu ke dalam benak yang tidak pernah tahu. Mengembalikanmu pada Tuhan yang telah menebar cinta ini sejauh hati berkisah tentangmu.

 

Jika ada selembar keajaiban yang turun dari langit, aku harap keajaiban itu akan mempertemukan kita kembali di waktu yang entah kapan lagi. Aku jatuh cinta, hanya ketika tahu bahwa aku tidak pernah tahu alasan hati memilihmu.

 

Ada bunga yang mekar meranum di hati, meski hari tak pernah memihakku, namun waktu telah mengantarkan pelajaran indah untukku memahami cinta.

 

Teruntukmu, sang penghuni sepi. Semoga kau temukan bidadari syurgamu suatu saat nanti. Suatu hari ketika Tuhan telah memoleskan pemahaman cintaNya kepadamu.

 

Cinta adalah penerimaan yang tak terperi, meski tak selalu berbalas serupa, karena kita jarang sekali menang dalam urusan cinta, namun sakit hatinya pun tetap indah. Begitulah bagaimana Tuhan mengajarkan makna mencintai kepada hambaNya.

 

Dear my secret admirer

Terimakasih karena sudah memiliki rasa pada diriku. Meski aku tidak tahu siapa dirimu yang sesungguhnya, namun aku percaya bahwa suatu saat engkau akan menemukan seseorang yang bisa mengerti akan rasamu. Jagalah rasamu agar tetap utuh untuk mencintai Sang Pencipta. Percayalah, bahwa Allah Swt telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupmu. Bukankah Tuhan menciptakan manusia ini berpasang-pasangan?

Tidak ada salah dengan cinta, karena ia adalah anugerah. Akan tetapi yang menjadikan cinta itu salah adalah ketika kita diperbudak oleh cinta. Seharusnya hadirnya cinta semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt, bukan malah nekat melakukan hal seperti ini, menjadi pengagum rahasia dan membuat orang yang engkau kagumi menjadi terganggu dengan sikapmu.

Tidak bisakah engkau mengakui akan rasamu di hadapanku? Aku tidak akan membencimu jika memang engkau berdiri di hadapanku dan menyatakan rasamu padaku. Aku juga manusia yang dikarunia rasa cinta. Tapi cintaku masih belum ingin memilih siapa pun. Cintaku masih utuh untuk Ia yang Mahacinta, yang selama ini selalu menganugerahiku rasa cinta yang cukup. Aku belum siap untuk memilih.

Terimakasih karena sudah menjadi seseorang yang mengenalku meski hanya dalam diam.

Terimakasih akan rasamu meski hanya bertepuk sebelah tangan.

Terimakasih akan kasihmu meski hanya dalam bait-bait kata yang menyejukkan hati.

Terimakasih.

Salam. Arian Sahidi

2 comments:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan