June 18, 2013

Surat untuk Anakku Sayang




Hari ini adalah hari terakhir saya menjabat sebagai wali kelas VIII Al Abror. Besok mereka sudah libur dan akan bertemu lagi dengan saya di tahun ajaran baru nanti dan tentunya mereka akan memiliki wali kelas yang baru dan teman-teman kelas yang berbeda.

Saya sengaja menuliskan surat ini untuk mereka semua. Surat ini khusus untuk mereka yang telah hadir dalam hidup saya.

Surat Untuk Anakku Sayang

Bahagia itu sederhana, sesederhana pertemuan kita
Aku dan kalian yang menjadi satu kesatuan utuh
Bahagia itu sederhana, sesederhana senyum kalian
Senyum tulus yang menemani pagi hariku
Bahagia itu sederhana, sesederhana kebersamaan kita
Berbagi cerita, bahagia, dan berbagi kebaikan
Bahagiaku itu sederhana, kalian adalah kebahagiaanku


Anak-anakku,
Terimakasih karena selama ini telah berusaha menjadi anak yang baik, yang selalu berusaha untuk patuh terhadap apa yang ustadz ajarkan kepada kalian.
Terimakasih atas kebersamaan kita selama ini, ustadz selalu bahagia bersama kalian. Ustadz akan merindukan kebersamaan kita; senyum, canda, dan tawa kalian yang begitu berkesan di hati ini. Terimakasih, Nak.

Anak-anakku,
Kalian masih ingat satu tahun yang lalu, saat kita semua menuliskan mimpi-mimpi kita di selembar kertas dan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai apa yang kita impikan? Coba ingat kembali, berapa banyak mimpi yang sudah kita gapai? Mimpi memang memiliki rahasia tersendiri, Tuhan dengan begitu baiknya memberikan kita berbagai macam jalan untuk menggapai semua mimpi itu. jangan takut untuk memeluk mimpi-mimpimu, Nak.

 Apakah kalian masih ingat dengan apa yang selalu ustadz katakan?
“Mimpi hanya akan menjadi mimpi, selama tidak ada usaha untuk menggapainya.”

Selamat berjuang meraih mimpi, selamat menempuh perjalanan jauh menuju pantai harapan. Berlayarlah, karena kalian adalah perahu terbaik yang siap menghadapi berbagai macam rintangan meraih mimpi. Ustadz selalu percaya, kalian akan tumbuh menjadi anak-anak yang shaleh, yang berguna bagi umat manusia.

Anak-anakku,
Kalian adalah pelangi
Pelangi yang membuat duniaku lebih berwarna
Kalian adalah mentari
Mentari yang selalu menghangatkan semestaku
Kalian adalah rembulan
Rembulan yang selalu hadir menemani malamku
Kalian adalah bintang
Bintang yang setia menemani sang rembulan
Kalian adalah angin
Angin yang selalu berhembus menyejukkanku
Kalian adalah murid-muridku
Pelangi yang akan selalu ada di hatiku

Anak-anakku, sekuat apapun aku memegang kalian, suatu saat kalian akan pergi. Dan jika itu terjadi, semoga masih ada tentangku di hati kalian.

Salam, Gurumu
Arian Sahidi


No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan