February 16, 2014

Inspirasi Akhir Pekan


Sayang banget nih fotonya cuma sedikit haha

Sejak awal bulan Februari lalu, saya bertekad akan mengisi akhir pekan saya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Biasanya saya hanya bermalas-malasan di kamar, nonton film, makan mulu dan masih banyak lagi hal-hal yang sebenarnya kalo dipikir malah banyak ruginya karena saya merasa tidak ada progress, cuma gitu-gitu aja. Saya merasakan kejenuhan yang luar biasa saat di akhir pekan, bukan malah bahagia. Seharusnya saya bisa bahagia di waktu luang saya setelah menjalankan rutinitas selama sepekan. Ehm… tapi ini malah jenuh haha.

Berdasarkan pengalaman akhir pekan yang menjenuhkan, akhirnya saya membuat tekad pada diri, agar melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain, meski itu adalah akhir pekan. Saya memberi nama keinginan saya ini dengan nama “Inspirasi Akhir Pekan” haha. Soalnya, saya rela diundang kesana kemari mengisi berbagai macam kegiatan; kependidikan, kepenulisan, kunjungan sosial, dan lain sebagainya dan itu saya lakukan dengan suka rela. Ada bahagia  yang menyusup di dalam hati, saat kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain yang tidak hanya materi saja, tapi berbagi ilmu pengetahun #okesip. Saya paling suka galau kalau pas kunjungan ke panti asuhan, itu bawaannya mau nangis mulu. #cengeng

Nah, hari ini saya punya dua kegiatan, setelah selesai shalat subuh, saya sengaja menerima beberapa mahasiswa yang ingin belajar membaca Al Quran dengan baik dan benar. Rugi rasanya jika saya tidak mengabulkan keinginan mereka, maka dibuatlah kesepekatan bahwa setiap pagi hari Minggu, ada jadwal belajar membaca Al Quran bersama saya. Saya rela mengurangi jadwal bersepeda saya demi mereka wuahahah, seneng banget waktu belajar bareng mereka. Ehm…. Semacam tidak ingin menjadi pohon yang tidak berbuah.

“Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbauh.”

Mana mau dong saya menjadi pohon yang tidak berbuah. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa saya lakukan di waktu senggang saya untuk orang-orang yang ada di sekitar saya.


Nah..Tiga hari yang lalu, saya mendapatkan surat cinta permohonan menjadi pembicara di hadapan anak-anak Oemah Sinau, yang merupakan kumpulan anak-anak binaan sebuah lembaga amil zakat. Wahh…. Seneng banget rasanya waktu mendapat undangan itu, nggak nyangka aja ada yang mau ngundang saya untuk jadi pembicara (lagi) hahaha. Maka langsung saya setujui dong tentunya. Dan kalian tahu? Sejak hari Sabtu sampai tadi pagi menjelang kegiatan dimulai, saya nervous luar biasa. Inilah saya, selalu dag dig dug layaknya sedang berhadapan dengan calon mertua #plak. Saya membuat slide untuk bahan presentasi di hadapan anak-anak, dan kebanyakan foto yang ada di slide adalah foto saya #naris, tapi tetap berkaitan dengan materi kok. Saya malas deh kalo presentasi dengan slide yang membosankan yang hanya berisi dengan tulisan yang bikin yang hadir ngantuk, jadi saya sengaja buat slide yang rada beda alias edisi narsis wuakakka.

Maka, tadi, meski sedikit molor dari jadwal yang ada diundangan dikarenakan pihak panitia yang mungkin sedang rada-rada pusing dengan banyaknya anak-anak yang harus diarahkan ke berbagai macam ruangan dengan pembicara yang berbeda, acara pun dimulai. Acara dipandu oleh seorang moderator. Setelah itu panggung saya kuasai dengan penuh semangat perjuangan #rakus.

Saya menyampaikan kepada mereka bagaimana menjadi seorang pelajar yang tangguh dan semangat dalam menuntut ilmu. Saya ingin mereka menjadi pelajar-pelajar yang memiliki semangat dalam menggapai apa yang mereka inginkan. Saya selalu semangat jika berbicara tentang impian, siapa yang tidak punya impian? Kamu nggak punya? Duhh….masa nggak punya. #nyengir.

Dalam penyampaian materi, saya sering lupa waktu deh wuahha, kalo sudah disuruh ngomong itu saya bakalan nyerocos deh. Saya selalu menyelipkan cerita-cerita inspirasi agar mereka tergugah untuk bangkit dan menuntut ilmu dengan baik. Saya tidak ingin mereka menjadi generasi yang lemah, yang tidak memiliki kemampuan untuk bertahan. Saya ingin mereka menjadi generasi yang memberi manfaat bagi orang-orang yang ada di sekitar mereka. Saya pastikan mereka bisa mengikuti materi dengan baik.

Ada satu pembahasan yang cukup menarik dan pembahasannya paling lama dari yang lain, yaitu tentang “Kecerdasan”. Ada banyak orang yang beranggapan bahwa anak yang cerdas hanya terbatas pada anak yang juara di kelas, menang lomba olimpiade, menang berbagai macam kejuaraan dan sebagainya. Padahal, setiap anak adalah cerdas di bidang mereka masing-maisng. Ada banyak pendidik yang salah dalam memahami kecerdasan anak-anak didiknya. Padahal, cerdas bukan hanya sebatas pengetahuan kognitif saja. Ada banyak kecerdasan; linguistic, matematis, spasial-visual, kinestesis, music, interpersonal, intrapersonal. Jadi, setiap anak itu pada hakikatnya punya potensi yang sudah Tuhan tanam pada diri masing-masing. Tugas selanjutnya adalah menggali potensi yang sudah ada, menggali berarti mengeruk sesuatu yang sudah tertanam pada diri.

Anak-anak paling semangat mendengarkan penjelasan saya tentang kecerdasan dan mulai memahami bahwa mereka semua punya potensi tersendiri yang mungkin saja tidak dimiliki oleh orang lain. And you know what? Saya itu susah serius wuahahha, ada banyak tawa saat materi berlangsung, ah begitulah saya, selalu suka dengan tawa para hadirin #sotoy

Selain itu, saya memberikan hadiah berupa buku (buku New Catatan Hati Sang Guru) yang tidak lain adalah buku saya sendiri haha #modus. Ada dua buah buku yang saya berikan pada peserta yang bisa menjawab  pertanyaan saya di penghujung kegiatan.

“Sepuluh tahun yang akan datang, kira-kira kamu menjadi apa?” Tanya saya pada satu anak yang berani tampil. Pertanyaannya rada keren, kan? #kalem

“Sepuluh tahun yang akan datang, saya Insya Allah akan menjadi wirausahawan onderdil motor,” jawabnya lugas dan mantap.

Saya dan hadirin pun langsung mengaminkan keinginannya dan bertepuk tangan. Gemuruh ruangan semakin menambah semangat. Dan akhirnya, setelah semua materi disampaikan, kami pun harus berpisah #hikzz…. #lebay

Semoga mereka terinpirasi untuk maju dan terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Amin
Bukankah orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin? Maka mari terus memperbaiki diri.

2 comments:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan