April 03, 2014

Adinda, Selamat Berjuang


Tadi malam, saat saya sedang lelap dalam tidur, Adik Sari yang sedang menempuh pendidikan Sarjana di Newcastle University tiba-tiba mengirim pesan melalui line, dia menceritakan ada orang yang menyebar issue yang mengatakan bahwa dia dan temannya sudah tidak lagi belajar di Inggris, melainkan sudah berada di Jakarta. Informasi ini sudah sampai ke Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Kaur. Sontak saja, informasi ini membuat heboh pihak terkait, dan pihak pemerintah daerah langsung menghubungi Adinda dan menanyakan kebenaran informasi yang beredar. Tentu informasi itu tidak benar adanya, itu hanyalah ulah dari mereka yang tidak bertanggung jawab, mereka yang iri melihat pencapaian orang lain, mereka yang tidak bisa menerima bahwa hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh yang akan mendapatkan apa yang diinginkan. Adinda justru sedang sibuk dengan agenda kuliah yang padat.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama berbagai macam issue yang beredar di daerah. Adinda Sari dan satu orang temannya mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah untuk belajar di Newcastle, tentu saja setelah melalui proses seleksi yang sedemikian ketat dan sangat melelahkan. Adinda tidak pernah menyerah untuk berhasil meraih mimpinya untuk bisa kuliah. Jika mengandalkan biaya dari orangtua, memang kecil kemungkinan untuk bisa melanjutkan study di jenjang sarjana, oleh karena itulah, dengan tekad yang luar biasa hebat, adinda berusaha dan berhasil meraih beasiswa ini. Berhasil meraih beasiswa bukanlah akhir, justru disinilah perjuangan besar baru dimulai, ada amanah yang ia emban.

Pemerintah Kabupaten Kaur, Bengkulu memang sedang melakukan terobosan luar biasa bagi generasi muda di daerah, demi memajukan generasi penerus yang akan memberi kontribusi besar bagi kemajuan daerah yang akan datang. Diperlukan sebuah usaha dan pengorbanan besar bagi daerah untuk bisa menjadikan generasi penerus yang berkompeten di bidang-bidang yang sedang menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Program ini diberi nama “Bintang Menjemput Bintang”.

Selain ke Inggris, ada juga yang dikuliahkan ke Amerika Serikat, dan tahun ini, ada tiga orang lulusan SMA yang Insyaallah akan melanjutkan pendidikan ke Jerman.

Saya tidak sedang sombong, menceritakan bagaimana adinda berhasil meraih beasiswa ini. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk ia sampai pada titik ini. Ada tangis yang menyertai perjuangannya, ada luka yang sempat membuatnya lelah, tapi tentu saja ada Tuhan sebagai tempat ia mengadukan segala resah di hati dan selalu berhasil membuatnya kembali kuat dan pantang menyerah untuk menggapai apa yang sudah ia impikan.

Meski ada banyak orang yang tidak suka dengan apa yang ia capai, tapi ada banyak orang yang mendukungnya. Meski berbagai macam issue yang disebarkan oleh orang yang tidak bermoral, tapi dia tetap meniti langkah demi langkah menuju pantai harapan. Dia tetap berusaha untuk bijak menghadapi permasalahan yang kerap kali datang menghampiri. Bukankah masalah itu ada untuk kita hadapi? Bukankah masalah itu tidak lebih besar dibandingkan dengan Tuhan, Sang Pencipta jagat raya ini? Jadi apa yang perlu dikhawatirkan? Kerap kali sesuatu yang baik menurut kita, justru tidak baik menurut Tuhan. Kita hanya perlu melakukan semuanya sebaik mungkin, selebihnya biar Tuhan memperlihatkan betapa indah kuasanya. Dan itulah yang adinda yakini. Dia selalu percaya, bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah baginya, meski harus melewati berbagai macam ujian dalam menggapai mimpi.

“Abaikan saja, Dik. Akan selalu ada orang-orang yang tidak suka dengan keberhasilan orang lain, tetaplah mendekatkan diri pada Allah, dan belajar dengan tekun. Biarkan Allah yang membalas mereka yang sudah melakukan itu semua,” saya memberinya semangat. Dan syukur Alhamdulillah, dia ternyata tidak terganggu dengan issue yang beredar. Dia hanya butuh seseorang untuk mendengarkannya, karena kadang kita hanya butuh untuk didengarkan tanpa perlu adanya penghakiman.

Saya dan Adinda sering menghabiskan waktu di akhir pekan untuk berbagi cerita satu sama lain, dengan perantara teknologi yang semakin canggih. Ada skype yang selalu setia menemani kami kala rindu sedang membuncah, membuat kami bisa melakukan video call dengan mudahnya. Syukur Alhamdulillah, kamar kami masing-masing dilengkapi dengan internet kecepatan tinggi, jadi kami bisa leluasa video call sesuka hati, meski memang kadang perbedaan waktu antara Indonesia dan Newcastle membuat kami harus membuat janji terlebih dahulu. Kadang saya sedang tidur, dia menghubungi dan begitu juga sebaliknya.

Saya selalu bilang ke Adinda, “Selalu ada hasil dalam sebuah kesungguhan. Mimpi hanya akan menjadi mimpi selama tidak ada usaha untuk menggapainya. Kita harus bangun dari mimpi dan berusaha untuk meraih apa yang kita impikan.”

Dear Adindaku
Jangan berhenti untuk menjadi lebih baik
Jangan berhenti untuk terus mendekatkan diri pada-Nya
Jangan berhenti untuk terus melangkah menuju pantai harapan
Ada kami yang selalu merangkai pinta pada-Nya
Semoga engkau baik-baik disana

Adindaku
Tetaplah dengan senyumanmu
Tetaplah dengan luhurnya budi pekertimu
Tetaplah dengan yakinmu akan kuasa-Nya
Bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya
Tuhan selalu ada bagi hamba-Nya
Selamat berjuang meraih mimpi, Adinda

3 comments:

  1. Subhanallah yaa bisa dapet Amanah untuk kesana :)
    saya jadi termotivasi ustad :")

    ReplyDelete
  2. Subhanallah ya dapet amanah untuk kesana, saya jadi terharu dan termotivasi dengan kisahnya adinda :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat berusaha untuk menggapai mimpinya, ya :)

      Delete

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan