April 06, 2014

Inspirasi Akhir Pekan (You are unique)


Cerita inspirasi akhir pekan kali ini adalah menjadi pembicara motivasi remaja Islam. Setelah hampir satu bulan ini saya menerima undangan menjadi pembicara di akhir pekan, berbagai macam undangan pun berdatangan haha. Resikonya malah sekarang jadi lebih sibuk. Tapi sibuknya ini beda, sibuknya ini bikin bahagia dan tentunya penuh tantangan. Saya yang tidak terbiasa menjadi pembicara, sekarang kudu belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi seorang public speaker, halah, ini rada susah ya ternyata. Padahal, saya sudah punya bakat ngomel sejak lahir wuehaha.

Akhir pekan kali ini saya menjadi pembicara di hadapan remaja Islam di dua tempat. Kemarin, Sabtu 5 April tepat pada pukul 20.15, saya mengisi motivasi bagi anak-anak SMA yang sedang bersiap diri menghadapi ujian nasional yang sebentar lagi bakalan mereka hadapi. Wuih… bicara di hadapan remaja muslim yang gedenya ngalahin saya itu rada deg-degan loh. Iya, ini curhat banget.


Sebelum tampil, saya harus latihan berulang kali agar bisa menyampaikan materi dengan baik dan tentunya bisa membangkitkan semangat mereka untuk bisa menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Nggak tanggung-tanggung, saya latihannya di atas masjid alias naik ke bagian atap masjid fatimatuzzahrah, kemudian langsung deh ngoceh serasa sedang berhadapan dengan para remaja yang sedang butuh amunisi dalam menghadapi perang.

Praktik dan adanya pengulangan-pengulangan yang saya lakukan cukup membantu rasa percaya diri saya dalam berhadapan dengan orang-orang baru. Yang awalnya suka canggung parah saat di panggung, sekarang sudah mulai sedikit percaya diri, tapi tetap nervous wuahha.


Saya punya kebiasaan unik nih kalo mau tampil jadi pembicara, kalo sedang nervous, saya bolak-balik ke toilet. Haha. Itu saya lakukan sebelum tampil tentunya hehe. Kan kalo udah tampil nggak mungkin dong saya bilang ke yang hadir kalo saya izin ke toilet #yakeles.
Setelah kemarin memberi motivasi ke anak-anak SMA yang akan menghadapi ujian nasional, tadi sore, pukul 17.00 saya mengisi motivasi remaja Islam di libero café, tempatnya nyaman. Saya berhadapan dengan anak-anak SMA IT Al Irsyad Purwokerto yang tergabung dalam sebuah perkumpulan yang mereka sebut PIK (Pusat Informasi dan Konselling).

Kali ini saya berbicara tentang “You Are Unique”. Saya ingin mereka paham bahwa mereka semua memiliki keunikan tersendiri. Setiap orang pasti memiliki keunikan yang mungkin saja tidak dimiliki oleh orang lain. Coba ingat nenek moyang kita, Nabi Adam as ketika diturunkan ke bumi, apakah Nabi Adam membawa bekal indomie goreng, duit? Hehe nggak, kan? Nah, meski demikian Nabi Adam bisa bertahan dan beranak pinak hingga kita sekarang. Lagian kalo Nabi Adam dikasih duit, mau dibeliin apa, coba? Wong belum ada siapa-siapa juga di permukaan bumi.


Allah Swt memberi bekal Nabi Adam as dengan akal pikiran serta seluruh potensi yang ada pada dirinya. Saya ingin remaja muslim menyadari bahwa mereka semua itu memiliki keunikan tersendiri. Ada potensi di diri mereka masing-masing. Tugas mereka adalah mengeruk potensi yang sudah ada pada diri mereka. Kadang saya sedih, melihat generasi muda muslim yang hanya sibuk membanggakan kehebatan orang lain hingga membuat ia lupa bahwa mereka juga punya potensi untuk jadi hebat.

Hidup adalah pilihan. Apa yang ada pada diri kita saat ini merupakan hasil dari pilihan pilihan yang telah kita ambil di masa lalu. Seseorang dihargai dengan pilihan-pilihan yang ia ambil di dalam hidupnya. Hidup hanya sekali saja, tidak ada yang kedua kalinya di dunia ini. Maka, kehidupan seperti apa yang mau kita ambil? Biasa saja? Atau menjadi pribadi yang shalih berlimpah manfaat?


Kadang kita perlu merasakan tamparan terlebih dahulu untuk bisa menyadari sesuatu, kadang kita perlu untuk menjadi pendengar tanpa perlu menanyakan kembali. Kadang kita perlu untuk mendengar dan mencoba untuk memahami bahwa orang lain memiliki keterbatasan dalam memahami apa-apa yang kita inginkan, perasaan kita dan potensi yang ada pada diri kita. Kitalah yang sebenarnya paling paham dengan potensi yang ada pada diri masing-masing. Orang lain hanyalah motivator dari luar, sedangkan motivasi terbesar itu ada di dalam diri kita.

Hidup adalah pilihan. Setelah kita mengerti bahwa “you are unique”, maka selanjutnya silahkan tentukan pilihan, mau diapakan potensi yang ada pada diri kita? Mau dibiarkan begitu saja tanpa dikembangkan alias dininabobokkan? Atau mau dikembangkan sehingga kita menjadi orang yang ahli di bidang tersebut? Semua tergantung pilihan seperti apa yang akan kita ambil. Mau bangkit atau terpuruk? Tentu, bangkit dan menjadi unggul adalah pilihan kita, bukan?


Izinkan saya mengutip beberapa kalimat dari salah satu buku karya Rian Hidayat dalam bukunya yang berjudul “Pelajar Gaul, Pribadi Rasul, Prestasi Unggul” yang saya tulis rada acak:

Orang yang berani membuka kekurangan orang lain itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain itu tidak istimewa. Sebab, itu bisa dilakukan orang yang tidak punya apa-apa sekalipun. Akan tetapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri dan bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis lalu dibuat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.
Mengubah diri dengan sadar juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak mengucap sepatah kata pun untuk perubahan itu. Perbuatannya sudah sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita dalam rangka memperbaiki diri akan membuat orang lain melihat dan merasakannya.
Memang, pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan dirasakan. Tetapi percayalah, itu akan membekas dalam benak orang lain. Makin lama, bekas itu akan membuat orang lain simpati dan terdorong untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Jadi, perubahan yang penting adalah merubah diri sendiri ke arah yang lbh baik. Siapapun bercita cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri.

Ssetelah kita mengerti tentang potensi yang ada pada diri kita, langkah selanjutnya adalah melakukan perubahan ke arah lebih baik lagi. Kita tidak bisa hanya berdiam diri, berharap semuanya bisa terjadi secara instan. Semua butuh perjuangan hebat untuk menghasilkan sesuatu yang hebat. Pilihan ada di tangan kita, bukan orang lain.

hidup seperti apa yang kamu inginkan?
**

Wah, ternyata saya bisa ngomong rada serius juga, ya di “Inspirasi Akhir Pekan” kali ini. Hehe.
Setelah selesai materi, selanjutnya adalah penampilan-penampilan, dilanjutkan dengan permainan, shalat maghrib berjemaah, santap malam bersama, kemudian ada stand up comedy yang sukses membuat saya terpingkal-pingkal karena lucu, dan tentu di bagian akhir, foto bersama menjadi salah satu agenda wajib dalam setiap kegiatan yang saya ikuti hehe.

Sampai jumpa di cerita inspirasi akhir pekan selanjutnya, ya. Pekan depan Insya Allah saya akan jumpa dengan pembaca buku saya yang berjudul “Dear Faris” J

2 comments:

  1. haish ini mah keren pisan!

    quote: Hidup adalah pilihan. Apa yang ada pada diri kita saat ini merupakan hasil dari pilihan pilihan yang telah kita ambil di masa lalu. Seseorang dihargai dengan pilihan-pilihan yang ia ambil di dalam hidupnya. -->>setuju! :D
    lanjutgan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha emak bisa aja. aku jadi terharu loh wuahha

      Delete

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan