May 30, 2014

Sahabat Asuh


Salam, selamat pagi menjelang siang semuanya, semoga hari ini kita semua bisa menjalani hari dengan baik, ya.
Jadi ceritanya begini, kemarin saya dan anak-anak mengadakan kegiatan sahabat asuh di Desa Karanggintung, Sumbang. Ini bagian dari program kelas. Setiap kelas mengadakan kegiatan ini di tempat-tempat yang memang membutuhkan. Semua diserahkan ke masing-masing kelas masalah tempat pelaksanaan kegiatan. 


Kami sudah berada di lokasi sejak pukul 07.30 untuk menyiapkan tempat. Kebetulan kami menyewa balai desa sebagai tempat bertemu dengan anak-anak TPA Karanggintung. Setelah semua siap, anak-anak TPA pun mulai berdatangan. Di undangan yang sudah kami sebar ke empat TPA setempat, kedatangan anak-anak seharusnya pukul 08.30, tapi mereka kayaknya rajinnn banget, belum jam delapan mereka sudah rame aja di balai desa. Nggak apa-apa juga, sih. Setidaknya masih bisa bercanda ria bersama mereka sebelum rangkain kegiatan sahabat asuh dimulai.
Anak-anak itu bikin gemesss banget, pengen deh nyubitin pipi mereka sampe merah gitu #plak hehe. Mereka datang dengan beraneka ragam penampilan, dengan pakaian yang warna-warni yang membuat mata jadi lebih semangat meski panasnya bikin badan saya yang kurus ini (kalo dilihat dari Monas) dibasahi oleh keringat sebesar kelereng (ini bohong).

Setelah semua anak-anak kumpul, ruangan sudah makin rameeee banget dengan suara-suara mereka yang ehm bikin pekak telinga tapi membahagiakan. Mereka itu mudah diarahkan, mudah diatur, pokoknya nggak ribet deh. Jadi senang berada di tengah-tengah mereka semua. Tapi kalo saya disuruh ngajar anak-anak TK atau SD, duh, saya masih ciut nih #hikz
Acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan Al Quran yang langsung saya pimpin, sambutan-sambutan, games, materi utama dari Ayah Eddi, kemudian diakhiri dengan pembagian  bingkisan bagi tiap TPA; Al Quran, Iqra, buku, papan tulis dan lain-lain. Tiap Guru TPA dan anak-anak TPA juga mendapat bingkisan.


Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, selanjutnya adalah foto bareng dan selesai lah kegiatan hari itu.
Well, selalu ada bahagia tiap kali bisa melakukan sesuatu untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Kegiatan ini juga bagian dari pembelajaran bagi anak-anak untuk berempati pada sesama. Semoga kita semua diberi kesehatan untuk bisa berbagi dengan sesama, ya.

May 23, 2014

Kampung Sri Rahayu


Salam.
Sudah lama saya tidak singgah ke rumah ini, maklum, saya lagi sibuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan (apa hubungannya, ya? Alesan aja nih) hehe.

Sekarang, saya mau bercerita tentang kegiatan saya beberapa waktu yang lalu, saat saya mengunjungi Kampung Sri Rahayu. Pertama datang kesana, saya kaget melihat ada banyak anak-anak yang ternyata cukup sering saya lihat di lampu merah, meminta-minta belas kasihan pengguna jalan. Saya sempat bertanya ke beberapa anak disana, dan ternyata tidak semuanya mengenyam pendidikan, padahal mereka berada di belakang Taman Kota Purwokerto. Iya, di Kota Purwokerto sendiri ternyata masih banyak anak-anak yang seperti ini, bagaimana dengan yang di pelosok sana?
 
Beberapa hari sebelum mengunjungi Kampung Sri Rahayu, saya sempat pulang ke Jakarta, ketemu Mami dan sempat bongkar-bongkar beberapa rak buku yang sudah dimakan rayap. Ada banyak buku yang rusak karena tidak terurus. Saya bawa semampu saya, terkumpul 3 kardus bekas, mulai dari buku-buku dongeng, buku Agama, majalah bobo (sampai hari ini saya masih baca majalah bobo hehe) dan buku-buku yang lain.

Ada banyak hal yang membuat saya bahagia bertemu dengan mereka, melihat tawa mereka yang seolah tak pernah habis, melihat semangat mereka yang seolah tak pernah lelah untuk bermain, melihat keluguan mereka yang berhasil membuat saya terenyuh dan tentu saja melihat keinginan besar mereka untuk belajar. Saat datang, saya melihat mereka sedang hanyut dalam buku bacaan mereka masing-masing. Di teras sederhana milik seorang warga, ada satu rak buku, yang kebanyakan adalah buku-buku pelajaran, sedangkan untuk anak-anak seumuran mereka tentu mereka lebih suka buku-buku pengetahuan yang disertai dengan gambar warna-warni. Kebetulan saya punya buku-buku anak yang bergambar.

Setelah membaca, Kak Pungky akhirnya datang, dialah yang mempunyai inisiatif untuk mengunjungi anak-anak di Kampung Rahayu ini. Acara pun dimulai, Kak Pungky mengajak anak-anak bersenda gurau, mendongeng, bermain aneka permainan dan tentu saja berbagi aneka hadiah untuk anak-anak. Ah senangnya melihat mereka bahagia menikmati kebersamaan ini. Semoga semakin banyak orang yang mau peduli dengan mereka.

Kemarin, ada seseorang yang menghubungi saya dan berniat menyumbang buku-buku agama untuk anak-anak di Kampung Rahayu. Saya pun sedang mengumpulkan buku-buku bacaan untuk mereka, ada yang mau gabung dengan saya? Mewujudkan rumah baca bagi anak-anak di Kampung Rahayu?
Berbagi tidak akan pernah membuatmu rugi, justru berbagi akan membuatmu semakin hidup dengan pancaran bahagia dari orang-orang yang telah kau ringankan beban mereka. Berbagilah, karena dengan berbagi engkau akan merasakan betapa bahagia bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya, maka sepantasnyalah kita memiliki empati yang tinggi, demi mewujudkan generasi yang peduli akan keadaan orang lain.
Yuk berbagi bahagia, canda, tawa dan berbagi semua yang positif.