May 23, 2014

Kampung Sri Rahayu


Salam.
Sudah lama saya tidak singgah ke rumah ini, maklum, saya lagi sibuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan (apa hubungannya, ya? Alesan aja nih) hehe.

Sekarang, saya mau bercerita tentang kegiatan saya beberapa waktu yang lalu, saat saya mengunjungi Kampung Sri Rahayu. Pertama datang kesana, saya kaget melihat ada banyak anak-anak yang ternyata cukup sering saya lihat di lampu merah, meminta-minta belas kasihan pengguna jalan. Saya sempat bertanya ke beberapa anak disana, dan ternyata tidak semuanya mengenyam pendidikan, padahal mereka berada di belakang Taman Kota Purwokerto. Iya, di Kota Purwokerto sendiri ternyata masih banyak anak-anak yang seperti ini, bagaimana dengan yang di pelosok sana?
 
Beberapa hari sebelum mengunjungi Kampung Sri Rahayu, saya sempat pulang ke Jakarta, ketemu Mami dan sempat bongkar-bongkar beberapa rak buku yang sudah dimakan rayap. Ada banyak buku yang rusak karena tidak terurus. Saya bawa semampu saya, terkumpul 3 kardus bekas, mulai dari buku-buku dongeng, buku Agama, majalah bobo (sampai hari ini saya masih baca majalah bobo hehe) dan buku-buku yang lain.

Ada banyak hal yang membuat saya bahagia bertemu dengan mereka, melihat tawa mereka yang seolah tak pernah habis, melihat semangat mereka yang seolah tak pernah lelah untuk bermain, melihat keluguan mereka yang berhasil membuat saya terenyuh dan tentu saja melihat keinginan besar mereka untuk belajar. Saat datang, saya melihat mereka sedang hanyut dalam buku bacaan mereka masing-masing. Di teras sederhana milik seorang warga, ada satu rak buku, yang kebanyakan adalah buku-buku pelajaran, sedangkan untuk anak-anak seumuran mereka tentu mereka lebih suka buku-buku pengetahuan yang disertai dengan gambar warna-warni. Kebetulan saya punya buku-buku anak yang bergambar.

Setelah membaca, Kak Pungky akhirnya datang, dialah yang mempunyai inisiatif untuk mengunjungi anak-anak di Kampung Rahayu ini. Acara pun dimulai, Kak Pungky mengajak anak-anak bersenda gurau, mendongeng, bermain aneka permainan dan tentu saja berbagi aneka hadiah untuk anak-anak. Ah senangnya melihat mereka bahagia menikmati kebersamaan ini. Semoga semakin banyak orang yang mau peduli dengan mereka.

Kemarin, ada seseorang yang menghubungi saya dan berniat menyumbang buku-buku agama untuk anak-anak di Kampung Rahayu. Saya pun sedang mengumpulkan buku-buku bacaan untuk mereka, ada yang mau gabung dengan saya? Mewujudkan rumah baca bagi anak-anak di Kampung Rahayu?
Berbagi tidak akan pernah membuatmu rugi, justru berbagi akan membuatmu semakin hidup dengan pancaran bahagia dari orang-orang yang telah kau ringankan beban mereka. Berbagilah, karena dengan berbagi engkau akan merasakan betapa bahagia bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya, maka sepantasnyalah kita memiliki empati yang tinggi, demi mewujudkan generasi yang peduli akan keadaan orang lain.
Yuk berbagi bahagia, canda, tawa dan berbagi semua yang positif.

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan