August 08, 2014

Usaha dan Doa


Usaha dan Doa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kita tidak bisa mendapatkan impian-impian yang telah lama kita rajut hanya dengan berpangku tangan, diam di tempat, dan tidak melakukan apa-apa untuk meraih impian. Usaha yang terbaik, diiringi dengan khusyu’nya doa kepada Allah SWT adalah dua hal yang seharusnya tidak dilupakan. Manusia hanya memiliki sedikit kemampuan bila dibandingkan dengan kuasa Allah SWT. Manusia hanya memiliki sedikit pengetahuan, bila dibandingkan dengan ilmu Allah SWT. Itulah mengapa, dalam meraih impian perlu adanya doa, berupa permohonan kepada Allah SWT atas apa yang kita inginkan. Doa inilah yang kadang terlupakan oleh kita dalam meraih impian. Acapkali kita berusaha sedemikian keras, namun lupa untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa, dimana Dialah sebenarnya yang berkuasa atas apa yang kita inginkan.
Kadang, apa yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Kadang, apa yang kita harapkan tidak serta merta sama dengan apa yang ada di hadapan kita. Disinilah letak kuasa Allah SWT. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut-Nya. Apa yang menurut kita sudah tepat, bisa jadi sebaliknya menurut-Nya. Maka perlu adanya kelapangan hati, kebijaksanaan dalam menghadapi realita kehidupan. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha sungguh-sungguh, selebihnya bersujudlah di hadapan-Nya, jemput impian-impian yang kita inginkan di sepertiga malam.
Ini juga sebenarnya hal penting yang harus dipahami oleh orang tua, sering kali kita hanya mengharapkan anak-anak tumbuh menjadi anak-anak yang baik, namun lupa untuk memohon kepada Allah SWT, tempat yang seharusnya kepada-Nya jualah kita memohon. Ayah Bunda, jangan lupa mendoakan kebaikan bagi anak-anak, doakan mereka agar tumbuh menjadi generasi muslim yang shaleh/shalehah.
Pada saat mudik kemarin, saya dikejutkan dengan pengumuman tes masuk Pascasarjana UIN Malang yang diundur. Seharusnya tes masuk dilakukan pada tanggal  7 Agustus, namun berubah menjadi tanggal 14 Agustus, dengan alasan terlalu berdekatan dengan hari raya jika tes masuk dilakukan pada tanggal 7 Agustus. Padahal, saya sudah menyiapkan tiket pesawat dari Bengkulu ke Jakarta tanggal 4 Agustus, kemudian dari Jakarta ke Malang juga sudah saya siapkan tiket pesawatnya pada tanggal 5 Agustus, pun demikian dengan tiket kereta dari Malang ke Purwokerto. Saya sempat terdiam, kemudian mengambil nafas dalam-dalam, sambil mengelus dada, dan meyakinkan hati bahwa mungkin inilah yang terbaik, meski saya harus mereschedule, bahkan membatalkan tiket penerbangan. Bukan masalah uang yang terbuang, namun kacaunya rencana yang membuat saya sempat terdiam. Hingga akhirnya saya tersenyum, sambil meyakinkan diri, bahwa Allah SWT sedang menguji saya, Allah SWT sedang mengajarkan saya untuk bisa mengambil hikmah dari semua ini, bahwa kita hanya bisa berusaha, Allah lah yang memutuskan mana yang terbaik bagi kita.
Saya percaya, Allah SWT sedang menyiapkan kejutan-kejutan indah bagi saya. Tugas saya hanya berusaha sebaik mungkin, kemudian tawakkal kepada Allah SWT. Jika impian ini diijabah oleh Allah SWT, maka inilah yang terbaik untuk dijalani, jika tidak, mungkin Tuhan sedang mengajarkan saya untuk lebih giat lagi dalam mempersiapkan diri menggapai impian.
Ketika kita melakukan sesuatu, maka niatkanlah dalam rangka mencari ridha Allah SWT., karena bahagia sesungguhnya adalah ketika kita tetap berjalan di jalan yang Allah SWT tetapkan.
Yang perlu diingat, mimpi hanya akan menjadi mimpi, selama kita tidak bangun untuk mewujudkan impian kita. Impian akan mewujud menjadi kenyataan ketika kita berusaha mewujudkannya. Impian hanya akan menjadi angan-angan belaka, ketika kita hanya berdiam diri, tidak berusaha meraihnya.
Ayah selalu bilang, “Bukan masalah kecil dan besarnya impianmu, namun seberapa besar usahamu untuk mewujudkan impianmu.”
Semoga Allah meridhai langkah demi langkah saya dalam menjalani kehidupan. Amin.

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan