April 30, 2015

Danau Kembar

Di Kabupaten Kaur-Bengkulu, terdapat beraneka macam ragam tempat wisata, mulai yang berupa pantai, air terjun, benteng, maupun seni dan budaya. Kali ini, kita akan melanjutkan perbincangan kita tentang tempat wisata di Kabupaten Kaur. Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang wisata Pantai Waihawang yang terkenal dengan Legenda Batu Jungnya yang menawan dan Pantai Linau yang cantiknya ngalahin Syahrini hehe. Nah, kali ini kita akan melanjutkan perjalanan ke Danau Kembar. Siap mendengar cerita asal mula danau Kembar?
Danau Kembar terletak di Desa Suku Tige, Kecamatan Maje-Kabupaten Kaur. Jika kalian beranjak dari Pantai Waihawang, paling hanya memakan waktu 15 menit dengan menggunakan sepeda motor. Danau Kembar berada tidak jauh dari jalan raya, paling hanya berjarak 200 Meter. Danau Kembar sudah menjadi tempat yang sering dikunjungi sejak beberapa tahun terakhir. Danau ini juga tercatat sebagai danau yang memiliki sejarah yang berkaitan dengan Zaman penjajahan Inggris yang sempat menguasai wilayah ini pada zaman penjajahan dahulu. Pada saat itu, wilayah Waihawang berada di bawah kekuasaan Pangeran Cungkai, namun kemudian Inggris berhasil menduduki wilayah tersebut, makanya dibuatlah tempat pemandian untuk Ratu dan sekarang menjadi dua buah danau yang berukuran kurang lebih 100 meter untuk masing-masing danaunya.
Menurut penduduk setempat, meski awalnya hanya berupa dua buah kolam pemandian, lama kelamaan kolam itu semakin melebar dan sekarang diberi nama Danau Kembar karena posisinya yang bersisian satu sama lain. Danau ini terletak persis di sisi pantai, hanya berbatasan dengan pohon cemara yang rimbun yang sengaja ditanam di pinggiran pantai. Pohon cemara ini menambah kecantikan tempat wisata ini. Selain bisa melihat danau kembar, menikmati hijaunya pohon cemara yang menjulang, sekaligus bisa bermain di pantai. Sekali mendayung dua pulau terlampaui, bukan? *maksa*
Saat ini, Danau Kembar memang masih belum maksimal pengelolaannya, jalanan menuju kesana masih belum terlalu mulus. Meski demikian, tidak sedikit wisatawan yang berdatangan ke danau ini. Daya tarik kisah sejarah dihiasi dengan pohon cemara yang rimbun dan pantai nan cantik merupakan daya tarik bagi para pengunjung. Banyak pengunjung yang membeli ikan di Pantai Linau, kemudian pergi ke Danau ini untuk membuat sajian ikan bakar kemudian dinikmati di bawah pohon cemara yang rindang bersisian dengan danau.
Selain menjadi tempat wisata, danau ini juga dijadikan tempat untuk budi daya ikan. Jika beruntung, kalian bisa mendapati penduduk yang sedang panen ikan dan kalian bisa membeli ikan tawar yang masih segar untuk dijadikan santapan yang menggugah selera. Kalian bisa mengolah di rumah atau bisa langsung mengolahnya menjadi ikan bakar di tepi danau. Yang pasti kalian harus membawa sendiri perlengkapan untuk membakar ikannya, ya, jangan sampai merusak tempat wisata. Menarik bukan?
Jika ingin ke Danau ini, saya sarankan jangan terlalu sore, karena ketika malam sudah mulai datang, maka yang ada hanya gelap gulita dan temaram rembulan. Belum ada pencahayaan yang dipasang di sekitar danau. Danau masih begitu alami, tanpa banyak sentuhan lainnya. Kedua danau yang ada masih tetap terhampar apa adanya. Meski demikian, danau ini sudah terkenal seantero daerah Kaur. Tempat-tempat wisata di Kaur memang ramai dikunjungi pada saat hari Raya Idul Fitri, baik domestik maupun mancanegara.
Jadi, jika kamu sedang berada di Kaur, jangan lewatkan untuk berkunjung ke Danau Kembar ini, ya, ajak orang-orang terkasih untuk berkunjung kesini dan menikmati betapa Tuhan Mahabaik, menciptakan aneka ragam keindahan di dunia ini. Anyway, kalian juga bisa mampir ke rumah saya, loh. Sampai jumpa di lain waktu, ciao.

6 comments:

  1. indah nih banyak pohon-pohon, adem buat bersantai menghilangkan kepenatan

    ReplyDelete
  2. ini danau kembar cuma sebuah nama apa emang kembar danaunya??

    ReplyDelete
  3. Danau kembar, dekat jalan raya, dan dekat pantai (laut) pula. Sepertinya yang begini jarang ya. Mudah-mudahan pengelolaannya bisa lebih baik.

    ReplyDelete
  4. Danau kembar, dekat jalan raya, dan dekat pantai (laut) pula. Sepertinya yang begini jarang ya. Mudah-mudahan pengelolaannya bisa lebih baik.

    ReplyDelete

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan