September 21, 2015

Quantum Teaching


Judul Buku     : Quantum Teaching
Penulis            : Bobbi DePorter, Mark Reardon, & Sarah Singer-Nourie

Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya. Quantum Teaching juga menyertakan segala kaitan, interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar, berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas-interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar.
            Quantum Teaching bersandar pada konsep ini:
“Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka.
Inilah asas utama-alasan dasar di balik segala strategi, model, dan keyakinan Quantum Teaching. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka Quantum Teaching-setiap interaksi dengan siswa, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional-dibangun di atas prinsip Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka.
            Beginilah maksudnya. Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama Guru harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Jadi, masuki dulu dunia mereka. Mengapa? Karena tindakan ini akan memberi Guru izin untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas.
            Bagaimana caranya? Dengan mengaitkan apa yang diajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, atletik, musik, seni, rekreasi, atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, Guru dapat membawa mereka ke dalam dunianya, dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Begitulah dinamika manusia. Dan seperti itulah Asas Quantum Teaching.
            Quantu Teaching juga memiliki lima prinsip:
  • Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh Guru, dari kertas yang Guru bagikan hingga rancangan pelajaran; semuanya berbicara.
  • Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan Guru mempunyai tujuan.
  • Pengalaman Sebelum Memberi Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
  • Akui Setiap Usaha
Belajar megandung resiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut untuk mendapatkan pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
  • Jika Layak Dipelajari, maka layak Pula Dirayakan!
Perayaan adalah sarapan pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Di dalam Quantum Teaching, sementara kita mengajak siswa ke dalam proses belajar seumur hidup yang dinamis dan tak terlupakan, kita menciptakan suasana prima yang unik bagi mereka, yang membuat mereka merasa aman tapi tertantang, dimengerti dan dirayakan.
            Sejenak coba bayangkan para siswa Anda: tersenyum penuh dukungan, melihat diri mereka sendiri dinamis dan sukses. Dengarkan para siswa bercerita, berbagi, mengambil risiko, dan merayakan belajar mereka. Rasakan kehangatan mereka memperlunak perlawanan seraya mereka membiarkan teman-temannya berbagi, tertawa, dan merayakan kegembiraan dan ketakjuban belajar.
            Bagaimana mencipatkan suasana seperti itu? Tentu saja harus membangun hubungan baik dengan siswa, mengakui proses belajar, dan menyelidiki keingintahuan mereka. Dengan demikian, Guru akan merasakan kebanggaan pemberdayaan, kegembiraan dan belajar seumur hidup. Inilah yang ditegaskan oleh Quantum Teaching, betapa pentingnya membangun emosi antara pendidik dan peserta didik, pentingnya pengakuan pada diri peserta didik sehingga mereka merasa dihargai keberadaannya, dan semua itu akan menimbulkan kehangatan karena rasa saling memiliki satu sama lain.
            Seperti suasana, landasan bertujuan membangun konteks Quantum Teaching. Guru dapat menciptakan landasan yang kukuh di kelas dengan menggariskan parameter dan pedoman yang jelas untuk diikuti siswa, antara lain: tujuan, prinsip-prinsip, keyakinan, prosedur, kebijakan, peraturan, dan kesepakatan bersama. Parameter-parameter ini harus jelas bagi semua siswa, dan mereka harus berkomitmen untuk mengikutinya. Pedoman yang jelas akan menciptakan lingkungan kelas yang aman, meningkatkan pengambilan risiko dan belajar.
            Ingatlah keyakinan ini dalam Quantum Teaching...
v  Aku melakukan sesuatu yang berarti di dunia ini.
v  Setiap tindakan, pikiran, dan perasaan memberi sumbangan kepada bumi ini.
v  Aku manusia yang berkeinginan bebas.
v  Kekuatan pilihan adalah bakatku yang terbesar.
v  Akulah penyebab pengalamanku.
v  Aku dapat memilih cara berpikir, merasa, dan bertindak. Tak ada seorang pun yang dapat memaksaku memiliki perasaan tertentu.
v  Kenyataan itu bersifat pribadi.
v  Duniaku berbeda dengan dunia orang lain.
v  Semua murid berbakat-konteks menentukan buktinya.
v  Orang bisa menjadi jenius-ciptakan kondisi yang perlu.
v  Tidak ada siswa yang kurang akal, hanya keadaanlah yang kurang akal.
v  Ubah keadaan, maka perilaku akan berubah.
v  Setiap interaksi memiliki kapasitas untuk menyembuhkan atau merusak.
v  Hasil adalah jumlah semua penyembuhan atau kerusakan semua perilaku, perasaan, dan perkataan menyarankan pikiran baik kepada benak sadar maupun tidak sadar.
Quantum Teaching sangat memperhatikan kondisi lingkungan kelas. Karena lingkungan kelas mempengaruhi kemampuan siswa untuk berfokus dan menyerap informasi. Peningkatan seperti adanya berbagai poster ikon akan menampilkan isi pelajaran secara visual, sementara poster afirmasi akan menguatkan dialog internal siswa.
            Selanjutnya, alat bantu mengajar dapat menghidupkan gagasan abstrak dan mengikutsertakan pelajar kinestetik. Pengaturan bangku juga mendukung hasil belajar. Geser bangku atau meja agar siswa dapat berfokus pada tugas yang dihadapi. Musik membuka kunci keadaan belajar optimal dan membantu menciptakan asosiasi, barok adalah musik paling cocok untuk belajar, mengulang, dan saat berkonsentrasi. Gaya lain dapat digunakan pada saat jeda, membuat jurnal, kerja kelompok, dan transisi. Pengorkestrasian unsur-unsur dalam lingkungan sangat berpengaruh pada kemampuan untuk mengajar lebih banyak dengan usaha sedikit.
Quantum Teaching juga memberi penekanan penting pada “Perancangan Pengajaran”. Inilah yang akan menjembatani jurang antara guru dan siswa. Dalam setiap perancangan pengajaran, guru dapat dengan mudah menyertakan mereka, mempersiapkan mereka, dan melibatkan setiap kecerdasan dan modalitas mereka! Dengan adanya perancangan pengajaran yang baik, akan memberikan rasa penasaran pada siswa dalam menangkap informasi, dan mereka pun akan menyukainya.
Tugas seorang Quantum Teacher: sedapat mungkin menyajikan kurikulum dengan ketakjuban, minat, pesona, dan antusiasme. Dengan menerapkan ketrampilan penyesuaian modalitas, menimbulkan citra, mengarahkan fokus, inklusif, dan spesifik dengan tindakan nonverbal yang kongruen dalam paket presentasi berbeda-beda akan menambah kejelasan komunikasi. Pelajari bagaimana memaparkan materi secara gamblang dan menarik siswa, mulailah dari hal-hal yang paling sederhana, karena perbaikan yang kecil tampak tak berarti, berkesinambungan, dan tanpa henti. Semua akan terus mengarah kepada lebih baik jika dilakukan secara kontinyu.
Seorang Quantum Teacher harus memahami bagaimana gaya belajar masing-masing peserta didik. Dengan mengetahui gaya belajar masing-masing, mereka menyerap bahan pelajaran dengan cara yang terbaik bagi mereka. Mereka menyusun materi secara efisien dengan menggunakan Peta Pikiran, Catatan: TS dan Belajar Memutar. Siswa menjadi Quantum Reader saat mereka memasuki keadaan Alfa dan mengingat informasi penting dengan asosiasi yang menyenangkan dan bermakna. Betapa mengembirakan mengajar kelas yang penuh dengan murid-murid demikian.
Adapun Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching dikenal dengan sebutan TANDUR. Berikut akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan TANDUR. Ini hanyalah singkatan yang mempermudah untuk diingat dalam memahami kerangka rancangan belajar Quantum Teaching.
TUMBUHKAN. Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaat Bagiku ” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar. Strategi untuk melaksanakan Tumbuhkan tidak harus dengan tanya jawab, menuliskan tujuan pembelajaran di papan tulis, melainkan dapat pula dengan penyajian gambar/media yang menarik atau lucu, isu muthakir, atau cerita pendek tentang pengalaman seseorang.
ALAMI. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar. Konsep Alami mengandung pengertian bahwa dalam pembelajaran guru harus memberi pengalaman dan manfaat terhadap pengetahuan yang dibangun siswa sehingga menimbulkan hasrat alami otak untuk menjelajah.
NAMAI. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebuah “masukan”. Dalam memahami konsep Namai yaitu perbedaan apa yang perlu dibuat dalam belajar? Apa yang harus guru tambahkan pada pengertian siswa? Strategi, kiat jitu, alat berpikir apa yang digunakan untuk siswa ketahui atau siswa gunakan? Strategi implementasi konsep Namai dapat menggunakan gambar susunan gambar, warna, alat bantu, kertas tulis dan poster di dinding atau yang lainnya.
DEMONSTRASIKAN. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk ‘menunjukkan bahwa mereka tahu”. Hal ini sekaligus memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
ULANGI. Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan , “Aku tahu dan memang tahu ini”.
RAYAKAN. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Dengan maksud memberikan rasa rampung, untuk menghormati usaha, ketekunan, dan kesusksesan yang akhirnya memberikan rasa kepuasan dan kegembiraan. Dengan kondisi akhir siswa ya yang senang maka akan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lehi lanjut.

Jika seorang pendidik memahami bagaimana langkah-langkah menjadi seorang Quantum Teacher, dengan mempelajari buku ini dengan mendalam, saya rasa ia akan menjadi seorang pendidik yang luar biasa, yang bahagia menjalani proses pembelajaran. Karena bagi seorang Quantum Teacher, mengajar bukan hanya sekadar transfer informasi saja, melainkan bagaimana menjalin kedekatan emosi antara pendidik dengan peserta didik, bagaimana mencinptakan suasana kelas yang semuanya berbicara, bagaimana menciptakan pembelajaran yang menarik hati siswa dan akhirnya akan mewujudkan suatu proses pembelajaran yang menarik dan penuh dengan inovasi. Tidak akan ada lagi tekanan-tekanan bagi peserta didik selama pembelajaran, karena bagi Quantum Teacher, mengajar adalah bagaimana membuat peserta didik nyaman belajar dengannya.

September 02, 2015

Kun Anta = Be Yourself


Kun Anta atau dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan dengan “Be Yourself”, mengapa kita perlu menjadi diri kita sendiri? Saya pernah menjadi pribadi yang ikut-ikutan orang lain, hanya biar bisa bergaul bersama mereka meski tidak semua hal yang mereka lakukan saya sukai, iya, saya pernah melakukan itu semua hanya karena takut tidak memiliki teman, takut dianggap berbeda, takut dianggap sebagai orang aneh, hingga akhirnya saya menyadari bahwa Allah SWT mencipta manusia sedemikian sempurna tentu saja disertai dengan hal-hal luar biasa pada diri setiap insan.
Pernah nggak kalian melihat orang lain yang sibuk meniru orang lain, melihat artis A dengan gayanya, kemudian ikut-ikutan, melihat si B rambut diwarnai kemudian ikut-ikutan begitu saja, atau melihat si C melakukan sesuatu kemudian ikut-ikutan juga tanpa tahu apa sebenarnya yang ia lakukan, iya, ia hanya ikut-ikutan begitu saja, tanpa paham esensi dari apa yang dilakukan. Ada banyak orang yang jadi pengikut buta, tanpa menyaring mana yang laik untuk diikuti, mana tidak. Ini bisa berbahaya, bisa menghilangkan jati diri sendiri yang sesungguhnya.
Menjadi diri sendiri bukan berarti kita tidak boleh meniru orang lain, tentu saja boleh, sebatas pada hal-hal yang memang kita sukai, pada hal-hal yang tidak menyalahi aturan Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam, bukan karena biar dibilang tambah ganteng, biar dibilang keren, biar dianggap sama dengan sekelompok orang tertentu, bukan itu.
Kita tidak perlu harta yang berlimpah untuk menjadi tampan dan cantik, bukan? Karena pada hakikatnya ketampanan dan kecantikan itu ada pada diri kita, pada hati kita. Menjadi diri sendiri berarti meridhai apa yang ada pada diri kita, tidak uring-uringan melihat orang lain yang tampil lebih modis, lebih kaya, dan seabrek kelebihan yang lain. Menjadi diri sendiri berarti percaya diri bahwa ada kekuatan pada diri yang akan menjadi sarana dalam rangka menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. Menjadi diri sendiri berarti mau menjadi pribadi yang terus belajar dari waktu ke waktu. Menjadi diri sendiri berarti ikhlas menjalani kehidupan penuh dengan rasa syukur. Menjadi diri sendiri berarti menyerahkan kehidupan sepenuhnya sebagai hamba yang mengabdi pada Ia yang telah menciptakan. Bukankah hakikat dari hidup adalah beribadah kepadaNya? Jadi mengapa harus khawatir? Be yourself, jangan ikut sana-sini tanpa paham apa sebenarnya yang sedang dijalani.
Dalam pertemanan pun demikian, kita menerima mereka sebagai teman bukan berarti kita harus ikut seperti apa mereka, namun perlu memilah mana yang patut dan tidak patut untuk diikuti. Jika itu adalah hal baik, maka tentu sangat berguna untuk diikuti, namun jika hal itu adalah sesuatu yang tidak baik, membawa kepada jalan yang berpaling dari Sang Pencipta, maka tentu hal itu harus dijauhi. Perlu adanya filter dalam menjalani pertemanan. Jangan menjadi orang lain, jadilah dirimu yang sesungguhnya sehingga tidak ada kebohongan dalam penerimaan. Ketika kita menjadi diri kita sendiri dalam versi yang baik, maka orang lain pun akan menerima kita pada versi yang sesungguhnya, bukan versi bayang-bayang orang lain.
Berikut ini ada lirik lagu Humood Al Khudheer yang bagus jika dipahami artinya. Saya akan tulis versi Arab dan Inggrisnya.
لأجاريهم، قلدت ظاهر ما فيهم
In order to keep up with them
I imitated their looks and exterior
فبدوتُ شخصاً آخر، كي أتفاخر
So I became someone else just to boast
و ظننتُ أنا، أنّي بذلك حُزْت غنى
And I thought that through that I gained a fortune
فوجدتُ أنّي خاسر، فتلك مظاهر
But I found that I'd lost, for these are mere appearances
لا لا لا نحتاج المال، كي نزداد جمالا، جوهرنا هنا، في القلب تلالا
No no
We don't need wealth in order to increase in beauty
Our essence is here, in our hearts it shines
لا لا نرضي الناس بما لا، نرضاه لنا حالا، ذاك جمالنا، يسمو يتعالى
No no
We will not seek to please others with that which we deem unbefitting for ourselves
That is our beauty, rising and ascending above
كن أنت تزدد جمالاً
Be yourself and you will increase in beauty
أتقبّلهم، الناس لست أقلّدهم
I accept people but I don't imitate them
إلا بما يرضيني، كي أرضيني
Except for what I agree with, to satify myself
سأكون أنا، مثلي تماما هذا أنا
I will just be myself, just the way I am, this is me
فقناعتي تكفيني، ذاك يقيني
My conviction suffices, this is my certainty
سأكون أنا، من أرضى أنا، لن أسعى لا لرضاهم
I'll be what I please to be
I won't seek their acceptance
وأكون أنا، ما أهوى أنا، مالي وما لرضاهم
I'll be whom I love to be
Why would I care about their acceptance
            Gimana? Masih ragu untuk menjadi diri sendiri? Percayalah bahwa pada diri kita masing-masing, jadilah diri kita dalam versi terbaik, sehingga meraih ridha Tuhan dalam menjalani kehidupan ini. Be yourself and you will increase in beauty.

September 01, 2015

Muara Sambat River

Muara Sambat River
Hi, selamat pagi.
Ada yang sudah pernah mendengar nama sungai ini? “Muara Sambat” merupakan muara dari sungai yang mengalir dari hilir desa Sambat-Kecamatan Maje Kabupaten Kaur-Bengkulu. Desa Sambat sendiri merupakan desa yang berada di pelosok dengan tekstur jalanan yang masih jauh dari kata bagus. Ada beberapa desa yang terdapat di pedalaman ini dan ada sungai yang mengalir jauh sampai bermuara ke laut. Makanya sungai ini kemudian diberi nama “Muara Sambat”, kalo bahasa daerah Kaur disebut “Ma’e Sambat”. Kaur sendiri merupakan salah satu kabupaten di Bengkulu, kurang lebih 5 jam perjalanan darat dari Fatmawati Airport.
Mandi Bareng Anak-Anak desa setempat
Itu tadi sekilas tentang desa Sambat. Muara Sambat sendiri tidak jauh dari Bintuhan yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kaur, kurang lebih 10-15  menit dengan menggunakan motor, sangat dekat. Tepatnya, Muara Sambat terletak di Desa Sawah Jangkung, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur. Di sini, ada sungai yang bermuara langsung ke laut, jadi di sisi kiri ada sungai yang jernih, sedangkan di sebelah kanan ada laut biru yang terhampar luas dengan ombaknya yang menggulung tinggi dengan tekstur pasir yang sedikit kasar.
Dulu, Muara Sambat sempat mau dijadikan semacam tempat berlabuhnya kapal-kapal besar yang membawa aneka barang, namun sampai sekarang masih belum dilanjutkan alias terbengkalai begitu saja. Disini terdapat tumpukan beton-beton besar sekaligus pembangunan yang belum usai dan entah kapan akan dilanjutkan. Meski demikian, Muara Sambat masih menjadi salah satu tempat favorit warga sekitar dalam menghabiskan waktu di sore hari. Banyak pengunjung yang suka mengisi waktu mereka di sungai ini sambil menunggu matahari terbenam. Banyak pengunjung yang asik nyebur ke sungai dan merasakan dinginnya air di sungai ini. Menyenangkan, itu kata yang bisa saya gambarkan jika berada disini. Saya biasa mandi disini setiap kali mudik dan menunggu sunsetnya yang cukup cantik sambil duduk di atas beton-beton besar di bibir pantai.
Kamu yakin nggak mau mandi disini?
Ada banyak nelayan yang mencari ikan di sungai maupun di pantai yang terdapat di Muara Sambat. Jadi Muara Sambat ini merupakan perpaduan yang cakep antara laut dan sungai dan keindahan hutan yang hijau di tebing-tebing karang. Disini kamu bisa mandi di sungai yang bening atau bisa juga mancing dan menjala ikan, atau hanya sekadar duduk di pondokan-pondokan kecil yang berada di pinggir yang memang sengaja disediakan untuk pengunjung. Saya tidak menyarankan untuk mandi di laut karena ombaknya yang cukup besar dan berbahaya.
Sunset di Muara Sambat
Jika lebaran tiba, Muara Sambat ini semakin ramai dikunjungi dan sudah menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika kebetulan kamu sedang berada di Kaur. Jalan menuju ke Muara Sambat dipenuhi oleh pohon kelapa yang menjulang tinggi dan pohon cemara yang rindang, cocok buat dijadikan tempat santai. Dan kamu akan menemukan hamparan sungai yang bening  yang bisa kamu jadikan sebagai tempat untuk mandi atau hanya sekadar bersantai ria bersama orang-orang terkasih.
Beton-beton sisa pembangunan yang belum usai

Muara Sambat jauh akan semakin cantik jika memang dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat, namun sayang, sampai hari ini Muara Sambat masih jauh dari kesan dikelola dengan baik. Semoga kedepannya tempat ini semakin cantik dan tertata dengan baik, sehingga semakin banyak orang yang berdatangan dan menikmati keindahan sungai dan alam di sekitarnya.