November 17, 2015

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman

Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.
            Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat bermalam selama kamu berada di Batu. Saya jamin, tempat ini adalah tempat yang nyaman, berkelas dan tentu saja nyaman di kantong.
dijamin nyenyak tidur disini
            Pernah mendengar Rumah Singgah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Malang? Kalo belum, mari simak penjelasan saya berikut ini. Rumah Singgah Pascasarjana UIN Malang ini merupakan salah satu fasilitas yang berada di lingkungan Pascasarjana UIN Malang. Rumah singgah atau biasa dikenal dengan Guest House ini, merupakan tempat yang biasa digunakan bagi para tamu Universitas  baik dari dalam maupun beberapa dosen dari luar negeri. Jadi, Universitas tidak perlu repot-repot menyewa hotel jika kedatangan tamu dari pusat maupun yang lain. Selain untuk tamu-tamu Universitas, Rumah Singgah ini juga dibuka untuk umum. Karena memang didesain untuk tamu-tamu Universitas, maka tentu saja fasilitas yang diberikan adalah fasilitas yang didesain agar para tamu merasa nyaman selama berada di rumah singgah.
            Saya pernah bermalam di Rumah Singgah ini ketika tes masuk Pascasarjana UIN Malang tahun 2014 lalu. Saya merasa bahwa untuk fasilitas sebagus ini, rasanya sangat murah sekali. Saya sangat merasa nyaman selama berada di Rumah Singgah. Beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan adalah Air Conditioner, TV, Meja Kerja, kursi yang empuk, Lemari, Handuk, Dua Tempat Tidur yang empuk, kamar mandi di dalam, hot water, dan banyak lagi yang lainnya. Ukuran kamar cukup luas bagi saya.
Kamarnya luas, dilengkapi dengan meja kerja.
            Bagaimana cara menuju Rumah Singgah ini? Rumah Singgah Pascasarjana UIN Malang terletak di Jl. Ir. Soekarno No. 1, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kec. Batu, Jawa Timur 65324, Telepon: 087859432781 (Pak Fuad). Jika kamu datang dengan menggunakan kereta, maka dari Stasiun silahkan naek angkot menuju terminal Landungsari, kemudian naek angkot menuju batu dan berhenti di depan Pascasarjana UIN Malang. Jika sudah berada di gerbang Pascasarjana UIN Malang, tinggal tanya security, biasanya langsung diantarin ke Rumah Singgah yang berada di bagian belakang gedung Pascasarjana. Tidak sulit mencari lokasi Rumah Singgah ini, karena yang perlu kamu lakukan adalah menuju Kampus Pascasarjana UIN Malang. Jika kamu datang dengan menggunakan bus dan berhenti di Terminal Arjosari, tinggal naek angkot dengan tulisan ADL, turun di Terminal Landungsari dan naek angkot menuju Batu, turun di depan Pascasarjana UIN Malang.
Wastafel sekaligus kaca buat dandan *abaikan yang motret*
            Dengan fasilitas yang saya sebutkan di atas, harga yang ditawarkan sangat bersahabat sekali. Kamu hanya perlu merogoh kocek sedalam 150k/malam. Ada lagi yang keren, kamu bisa ajak satu orang temanmu untuk stay di satu kamar, jadi tinggal bagi dua, deh, biayanya, jadinya 75k/malam. Murah banget dan kamu sudah mendapatkan fasilitas yang saya sebutkan tadi. Gimana, murah banget, kan? Saya tahu, kok, kamu suka mencari yang murah dan mengharapkan fasilitas yang wow, bukan? Hahaha.
            Rumah Singgah keren ini terletak di antara Batu dan Malang sebenarnya, karena memang terletak tidak jauh dari gapura selamat datang di Kota Batu, jadi tinggal ngesot sedikit sudah masuk wilayah malang. Bagaimana dengan lokasi wisata yang ada di Batu, apakah bisa dijangkau dari Rumah Singgah? Bisa banget, tinggal naek angkot aja dengan membayar 3000 saja kamu sudah sampai di Kota Batu. Tenang, di Batu jarang banget macet, paling cuma momen-momen tertentu saja. Selama di Batu, saya belum pernah merasakan macet di Batu.
Tempat Mandi

            Gimana, berminat bermalam di Rumah Singgah dengan fasilitas hotel ini? Silahkan hubungi contact yang saya tulis di atas, ya, atau bisa langsung saja ke Pascasarjana UIN Malang di Batu, biasanya jarang penuh, kalo nggak ada tamu dari Pusat. Beberapa teman yang ke Malang, saya selalu merekomendasikan Rumah Singgah ini, bukan karena saya belajar di Pascasarjana, tapi karena memang lokasinya oke, fasilitasnya juga ok, dan tentu saja harganya bersahabat banget.
            Selamat Liburan, ya.

Model dan Strategi Pembelajaran Aktif

Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik, mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran. Peserta didik belajar untuk mengembangkan kemampuan konseptual ilmu pengetahuan ataupun mengembangkan kemampuan dan sikap pribadi yang dapat digunakan mengembangkan dirinya. Dalam pembelajaran, peserta didik sebagai subjek yang aktif melakukan proses berpikir, mencari, mengolah, mengurai, menggabungkan, menyimpulkan dan menyelesaikan masalah.
            Dengan demikian dapat diketahui bahwa belajar adalah proses peserta didik dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri. Maka kegiatan pembelajaran seharusnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan proses belajarnya secara mudah, lancar, dan termotivasi. Karena itu pula, suasana belajar yang diciptakan guru seharusnya melibatkan peserta didik secara aktif, misalnya mengamati, meneliti, bertanya dan mempertanyakan, menjelaskan, mencari contoh, dan bentuk-bentuk keterlibatan sejenis lainnya.
Berikut ini akan disajikan model dan strategi pembelajaran aktif sebagai alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk mengaktifkan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok. Pada masing-masing strategi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Hal ini sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti tujuan yang hendak dicapai, penggunaan strategi, ketersediaan fasilitas, kondisi peserta didik dan kondisi lainnya. Diantaranya adalah:

Everyone is a Teacher Here (Setiap Murid Sebagai Guru)
Strategi ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai guru dari kawan-kawannya. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a)    Bagikan secarik kertas/kartu kepada seluruh peserta didik. Minta mereka untuk menuliskan satu persatu pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di kelas atau sebuah topik khusus yang akan didiskusikan dalam kelas.
b)  Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut kemudian bagikan kepada setiap peserta didik. Pastikan bahwa tidak ada peserta didik yang menerima soal yang ditulis sendiri. Minta mereka untuk membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut kemudian memikirkan jawabannya.
c) Minta peserta didik secara sukarela untuk membacakan pertanyaan tersebut dan jawabannya.
d)      Setelah jawaban diberikan, mintalah peserta didik lainnya untuk menambahkan.
e)      Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya.
f)       Kembangkan diskusi secara lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia.
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individual dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder dan tidak takut salah.

Writing in Here and Now (Menulis Pengalaman Secara Langsung)
Menulis dapat membantu peserta didik merefleksikan pengalaman-pengalaman yang telah mereka alami 
Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah:
a)    Guru memilih jenis pengalaman yang diinginkan untuk ditulis oleh peserta didik. Ia bisa berupa peristiwa masa lampau atau yang akan dating. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang pengalaman yang telah dipilih untuk tujuan penulisan reflektif.
b)     Guru memerintahkan peserta didik untuk menulis saat sekarang, tentang pengalaman yang telah dipilih. Perintahkan mereka untuk memulai awal pengalaman dan menulis apa yang sedang mereka dan lainnya lakukan dan rasakan. Guru menyuruh peserta didik untuk menulis sebanyak mungkin yang mereka inginkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dan perasaan yang dihasilkan.
c)   Guru memberikan waktu yang cukup untuk menulis. Peserta didik seharusnya tidak merasa terburu-buru. Ketika mereka selesai, guru mengajak mereka membacakan tentang refleksinya.
d)      Guru mendiskusikan hasil pengalaman peserta didik tersebut bersama-sama.
e)      Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tidak lanjut.

Reading Aloud (Strategi Membaca Dengan Keras)
Membaca teks dengan keras dapat membantu peserta didik menfokuskan perhatian secara mental, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, dan merangsang diskusi. Prosedur dari strategi ini adalah:
a)  Guru memilih sebuah teks yang menarik untuk dibaca dengan keras, misalnya tentang manasik haji.
b)    Guru menjelaskan teks itu pada peserta didik secara singkat. Guru memperjelas poin-poin kunci atau masalah-masalah pokok yang dapat diangkat.
c)  Guru membagi bacaan teks itu dengan alinea-alinea atau beberapa cara lainnya. Guru menyuruh sukarelawan untuk membaca keras bagian-bagian yang berbeda.
d)  Ketika bacaan-bacaan tersebut berjalan, guru menghentikan di beberapa tempat untuk menekankan poin-poin tertentu, kemudian guru memunculkan beberapa pertanyaan, memberikan contoh-contoh. Guru dapat membuat diskusi-diskusi singkat jika para peserta didik menunjukkan minat dalam bagian tertentu. Kemudian guru melanjutkan dengan menguji apa yag ada dalam teks tersebut.

The Power of Two and Four (Menggabung dua dan 4 kekuatan)
Langkah-langkah penerapan:
a)      Terapkan satu masalah/pertanyaan terkait dengan materi pokok
b)      Beri kesempatan pada peserta didik untuk berpikir sejenak tentang masalah tersebut
c)   Bagikan kertas pada tiap peserta didik untuk menuliskan pemecahan masalah/jawaban (secara mandiri) lalu periksalah hasil kerjanya.
d)   Perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 2 orang dan berdiskusi tentang jawaban masalah tersebut, lalu periksalah hasil kerjanya.
e)      Peserta didik membuat jawaban baru atas masalah yang disepakati berdua
f)   Selanjutnya perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 4 orang dan berdiskusi lalu bersepakat mencari jawaban terbaik, lalu periksalah hasil kerjanya.
g)    Jawaban bisa ditulis dalam kertas dan lainnya, dan guru memeriksa dan memastikan setiap kelompok telah menghasilkan kesepakatan terbaiknya menjawab masalah yang dicari
h)     Guru mengemukakan penjelasan dan solusi atas permasalahan yang didiskusikan tadi.
Tujuan penerapan strategi ini adalah membiasakan belajar aktif secara individu dan kelompok (belajar bersama hasilnya lebih berkesan)

Information Search (Mencari Informasi)
Langkah-langkah penerapan:
a)   Buatlah beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi yang dapat ditemukan dalam bahan-bahan sumber yang bisa diakses peserta didik.
b)     Bagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada peserta didik.
c)     Minta peserta didik menjawab pertanyaan bisa individual atau kelompok kecil. Kompetisi antar kelompok dapat diciptakan untuk meningkatkan partisipasi.
d)  Beri komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik. Kembangkan jawaban untuk memperluas skope pembelajaran.
Metode ini sama dengan ujian open book. Secara berkelompok peserta didik mencari informasi (biasanya tercakup dalam pelajaran) yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Metode ini sangat membantu pembelajaran untuk lebih menghidupkan materi yang dianggap kering.

Point Counterpoint (Beradu Pandangan Sesuai Persfektif)
Langkah-langkah penerapan sebagai berikut:
a)      Pilih salah satu topik yang mempunyai dua persfektif
b)      Bagi kelas menjadi beberapa kelompok sesuai dengan persfektif
c)    Pastikan masing-masing kelompok untuk menyiapkan argument sesuai dengan persfektif kelompoknya
d)  Pertemukan kembali kelompok masing-masing dan beri kesempatan pada salah satu kelompok tertentu untuk memulai debat dengan menyampaikan pandangan yang berbeda dan begitu seterusnya.
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih peserta didik agar mencari argument yang kuat di dalam memecahkan suatu masalah yang aktual di masyarakat sesuai posisi yang diperankan.

Reading Guide (Bacaan Terbimbing)
Langkah-langkah penerapannya:
a)      Tentukan bacaan yang akan dipelajari
b)      Buatlah pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa
c)      Bagikanlah bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya pada peserta didik
d)    Tugas siswa adalah mempelajari bahan bacaan tersebut dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktivitas ini sehingga tidak memakan waktu yang lama
e)   Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawaban kepada peserta didik.
Tujuan penerapan strategi ini adalah membantu peserta didik lebih mudah dan focus dalam memahami suatu materi pokok

Active Debate (Debat Aktif)
Langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut:
a)    Kembangkan suatu pertanyaan yang berkaitan dengan sebuah kasus atau isu kontroversi dalam suatu topik yang relevan dengan SK/KD/Indikator.
b)    Bagi kelas menjadi dua kelompok, tugaskan mereka pada posisi “pro” satu kelompok dan satu kelompok lain “kontra”.
c)      Minta setiap kelompok menunjuk wakil mereka, 2 atau 3 orang sebagai juru bicara dengan posisi duduk saling berhadapan.
d)   Setelah itu juru bicara ini akan kembali ke kelompok mereka untuk minta pendapat guna mengatur strategi untuk membuat bantahan pada kelompok lainnya.
e)   Apabila dirasa cukup, maka hentikan debat ini dengan tetap menyisakan waktu sebagai follow up dari kasus yang diperdebatkan.
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang kontroversial dan memiliki sikap demokratis dan saling menghormati terhadap perbedaan pendapat.

Index Card Match (Mencari Jodoh Kartu Tanya Jawab)
Adapun langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut:
a)    Bagikan beberapa potongan kertas sejumlah siswa yang ada dalam kelas, kemudian bagi jumlah potongan tersebut menjadi dua bagian yang sama
b)     Tulis beberapa pertanyaan tentang materi yang telah diberikan pada setengah bagian yang telah disiapkan. Setiap potongan kertas berisi satu pertanyaan
c)    Pada bagian kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dibuat tadi kemudian kocoklah potongan-potongan tadi sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban
d)  Berikan siswa satu kertas. Dan jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Sebagian siswa akan mendapat soal dan sebagian lain akan mendapat jawaban
e)      Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika sudah ada yang menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan
f)   Setelah semua peserta didik menemukan pasangan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dan selanjutnya soal akan dijawab oleh pasangan yang lain
g)      Akhiri proses ini dengan membuat klasifikasi dan kesimpulan
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok

Jigsaw Learning (Belajar Melalui Tukar Delegasi Antara Kelompok)
Langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut:
a)      Pilih materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen
b)   Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada
c)    Setiap kelompok mendapat tugas untuk membaca dan memahami materi pelajaran yang berbeda-beda
d)   Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelompoknya, setelah melalu proses zig zag dan masing-masing siswa terlibat dalam diskusi kecil antar kelompok, hasil dari diskusi kelompok tersebut disampaikan kepada masing-masing teman sekelompoknya
e)  Kembalikan posisi seperti semula untuk mengulas lagi, seandainya ada masalah yang belum terpecahkan
f)    Guru melempar beberapa pertanyaan untuk menjajaki pemahaman dan kompetensi yang dimiliki siswa
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih peserta didik agar terbiasa berdiskusi dan bertanggung jawab secara individu untuk membantu memahamkan tentang suatu materi pokok kepada teman sekelasnya.

Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Kecil)
Langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut:
a)   Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil maksimal 5 orang dengan menunjuk ketua dan sekretaris
b)      Berikan soal studi kasus sesuai dengan materi yang akan dibahas
c)      Intruksikan setiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban soal tersebut
d)   Intruksikan setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil diskusinya dalam forum kelas
Tujuan penggunaan strategi ini adalah agar peserta didik memiliki keterampilan memecahkan masalah terkait dengan materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Demikianlah beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh para guru guna menjadikan proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menarik untuk diikuti oleh peserta didik dan bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh tiap-tiap materi yang disampaikan.

November 15, 2015

Tips Mengurangi Ketergantungan Dengan Smartphone



Beberapa waktu yang lalu, saya memiliki reputasi yang luar biasa dengan HP, saya selalu membawanya nyaris hampir dalam setiap kesempatan. Saya akan lebih senang memasang earphone di telinga dan mendengarkan sesuatu ketimbang berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar, misal, saat menunggu dosen, saya lebih suka mendengarkan percakapan berbahasa inggris di HP maupun di gadget lain yang saya bawa. Begitu juga di tempat yang saya tidak mengenal siapa pun, saya lebih asik bermain dengan HP, mengecek berbagai macam aplikasi yang ada, membalas komentar-komentar di FB, twitter, instagram, dan lain sebagainya, nyaris tidak banyak interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitar saya, pun demikian dengan orang-orang yang ada di sekeliling saya, nyaris sama, semua sibuk dengan HP masing-masing.
Kemudian saya merenung lama mengenai hal ini.
Membuat Beberapa Aturan Dalam Menggunakan HP
Ketika saya menyadari bahwa ini adalah sebuah masalah yang tidak bisa saya biarkan begitu saja, saya membuat berbagai macam peraturan tentang bagaimana, kapan, dan dimana saya menggunakan HP. Membuat beberapa peraturan buat diri sendiri ini sungguh sangat membantu saya dalam mengurangi kecanduan dengan HP dan membuat saya bisa melakukan banyak hal lain ketimbang asik dengan HP, dan mungkin saja ini bisa membantumu juga. Ini beberapa list yang saya buat:
*      Tidak menggunakan HP pada social events, kecuali saya memang perlu menelpon seseorang, saya sedang mencari informasi tentang kegiatan grouf (cth. Siapa aktor di film itu, bagaimana menuju restaurant?), saya hanya share sesuatu dengan HP pada orang-orang yang sedang bersama saya, misal teman minta pin BB, no WA, minta foto dan sebagainya. Saya fokus berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekeliling saya, bukan dengan HP.
*      Tidak menjawab calls or text messages ketika sedang bertemu dengan teman-teman kecuali saya memang sedang menunggu telepon dari seseorang yang memang penting atau seseorang yang menelpon terus menerus dan tidak berhenti sampai saya menjawab.
*      Saya bisa menggunakan HP di stoplights, dan hanya untuk mengecek arah atau mengganti musik.
*      Saya tidak menggunakan HP ketika sedang dalam interaksi singkat dengan seseorang atau short-term interactions (e.g. checking out at the grocery store).
*      Saya tidak perlu menggunakan HP ketika sedang mengikuti perkuliahan, mengajar, atau mengikuti seminar. Saya tidak perlu sibuk share foto ke social media ketika sedang mengikuti kegiatan-kegiatan di atas yang justru akan merusak konsentrasi saya.
*      Saya tidak menggunakan HP ketika menjelang tidur. HP sudah harus non aktif minimal 30 menit sebelum saya tidur.
Saya tidak selalu mengikuti aturan yang saya buat secara sempurna, akan tetapi saya berusaha mengingatkan diri saya sendiri pada situasi yang akan datang dan ini cukup membantu saya meminimalisir penggunaan HP.
Ketika kamu membuat beberapa peraturan tentang penggunaan HP pada diri sendiri, kamu harus menyadari tujuan yang ingin kamu capai dari adanya aturan-aturan yang telah dibuat. Mengapa kamu mau berhenti menggunakan HP yang terus menerus? Kapan menggunakan HP menjadi sebuah permasalahan yang betul-betul mengganggu? Kapan menggunakan HP bisa mengganggu orang lain atau setidaknya terlihat membuat orang terganggu? Menjawab beberapa pertanyaan ini bisa membantumu membuat peraturan-peraturan yang cocok buat kamu. Ketika kamu sudah mendapatkan list yang kamu perlukan, tanamkan semuanya pada dirimu sebelum kamu pergi into any relevant situation. Ini mungkin terlihat sedikit aneh, tapi ini membantumu mengingat tujuan yang ingin kamu capai.
Mengatur Profiles Untuk Mengurangi Gangguan
Cara lain untuk mengurangi interaksi dengan HP adalah mengatur mode yang menonaktifkan semua notifikasi. Awalnya, saya mengatur getar sebagai tanda ada notifikasi email, social media, maupun calls or text messages. Selanjutnya, saya benar-benar mengatur HP menjadi 100 % silence, tanpa getar, jadi saya tidak perlu merasa terganggu dengan getar-getar yang berasal dari berbagai notifikasi yang ada, karena kadang tidak semuanya penting, malah hanya sekadar si A menulis sesuatu di Wall Facebookmu, komentar, dsb, tidak ada yang benar-benar urgent untuk direspond saat itu juga. Dengan cara ini cukup meminimalisir penggunaan HP.
Kunci HP Dengan Password Yang Cukup Panjang
Password memang penting untuk menjaga kerahasiaan data-data yang ada agar tidak dibuka sesuka hati oleh orang lain. Akan tetapi, jika kamu terlalu sering melanggar daftar list yang sudah kamu buat dan butuh cara extra untuk mengatasinya, maka password yang panjang bisa menjadi salah satu trik. Saya tidak pernah membutuhkan ini, karena saya tidak suka menulis password di HP meskipun cuma pendek. Akan tetapi, saya mencoba untuk mengunci HP saya dengan password yang cukup panjang. Memasang password yang panjang tentu saja membutuhkan waktu untuk mengetiknya di layar HP mu. Coba buat password yang terdiri dari 20 karakter, campuran antara huruf dan angka. Memasukkan passwrod panjang sangat melelahkan dan membuat frustasi. Lelah menulis password yang panjang seharusnya keep you off your phone and train you to just ignore it unless you really do need to use it.
Jangan Mengharap Perubahan Secara Instant
Finally, don't expect things to change overnight. Meskipun menjadi ketergantungan dengan HP merupakan sebuah masalah, tentu saja semua memerlukan proses yang tidak sebentar. Di awal-awal waktu, mungkin akan terasa berat sekali melepaskan sesuatu yang sudah menjadi rutinitas harian, yang selama ini menjadi bagian besar dari keseharian. Semua kembali kepada apa tujuanmu mau mengurangi interaksi dengan HP. Semakin tahu tujuan yang ingin dicapai, semakin tahu bagaimana membuat aturan-aturan untuk diri. Yang terpenting, jangan sampai HP menjadikan hidupmu jauh dari interaksi sosial,  It's primary purpose is to connect you with people, so you never want to forget to do that when people are around you.
Sampai hari ini, sudah hampir satu bulan saya berhasil mengurangi interaksi dengan HP, semoga kedepannya tetap istiqamah, karena banyak hal positif lain yang bisa saya lakukan. Hidup saya menjadi lebih anteng, tidak ribet dengan HP yang selama ini menjadikan saya anti sosial.

Bagaimana dengan kamu?

Muhasabah Diri, Untuk Masa Depan Lebih Indah

Kehidupan di dunia adalah perjalanan panjang menuju kehidupan kekal nan abadi, yakni akhirat. Laiaknya sebuah perjalanan, maka perlu adanya persiapan dalam menempuh perjalanan menuju akhirat. Persiapan yang dimaksud adalah menyiapkan bekal ibadah sebanyak-banyaknya dalam rangka meraih keridhaan Allah SWT. Dalam mempersiapkan diri, perlu adanya Muhasabah terus menerus, yakni evaluasi diri, sejauh mana persiapan sudah dipersiapkan.
Muhasabah berasal dari akar kata hasiba-yahsabu-hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syar’i, pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.
Muhasabah menjadi perlu sebagai langkah menjadikan diri lebih baik lagi. Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Muhasabah diri mengajarkan manusia menjadi hamba yang lebih baik lagi dari sebelumnya, ia mengambil pelajaran dari apa-apa yang sudah dilakukan. Muhasabah diri tidak hanya pada hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta, melainkan juga antar sesama manusia. Muhasabah merupakan evaluasi secara total, adakah amaliah yang dilakukan karena Allah sehingga kebiasaan menjadi ibadah, ataukah sekedar ibadah kebiasaan yang wujudnya rutinitas? Apakah amaliah yang dilakukan sudah maksimal? Atau justru sebaliknya.
Begitu juga dengan sesama manusia, perlu adanya evaluasi diri dalam menjalani kehidupan sosial. Perlu adanya perbaikan dari waktu ke waktu, sehingga tercipta kehidupan sosial bermasyarakat yang bermartabat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Ketika semua orang selalu berusaha untuk mengevaluasi diri dalam rangka menjadi lebih baik lagi, maka disinilah letak kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang selalu berusaha menjadi pribadi-pribadi yang baik dari waktu ke waktu.
Kehidupan ini hanyalah sementara waktu, detik berganti menit, hari selalu berganti, tahun pun berganti, hingga nanti semua yang hidup akan berada pada titik akhir kehidupan, tidak ada lagi kesempatan untuk evaluasi diri. Maka, sebelum kehidupan ini sampai pada batas akhir, lakukanlah evaluasi diri, mengkaji bagaimana perjalanan ini sudah dilalui, apakah sudah dijalan yang telah Allah tentukan? atau malah melenceng jauh dari-Nya?
Allah SWT., berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr: 18 )
Firman Allah di atas merupakan perintah untuk bertakwa kepada-Nya, yang mencakup pelaksanaan perintah-Nya dan penghindaran dari larangan-Nya. Selain itu, Allah memerintahkan untuk evaluasi diri, lihatlah amalan apa yang telah disimpan dan disiapkan untuk bekal hari kiamat. Ayat inilah yang menjadi dasar utama dalam muhasabah diri. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah menghendaki hamba-hamba-Nya untuk selalu mawas diri, merutinkan intsrospeksi diri, sebagai wujud ketaatan kepada-Nya.
Tidak ada keterangan rinci mengenai tata cara, waktu, mekanisme dan teknis muhasabah. Namun demikian, keterangan tersebut di atas menunjukkan bahwa muhasabah merupakan amalan yang diperintahkan kepada setiap muslim secara sendiri-sendiri. Setiap pribadi bisa muhasabah dirinya sendiri, mengukur sejauh mana amal perbuatan yang sudah ia lakukan dalam hidupnya.
Kesadaran diri mengevaluasi ulang amal perbuatan di masa lalu demi memperoleh kualitas hidup lebih baik inilah yang mengilhami Umar bin Khattab ra. berujar:
Bermuhasabalah atas diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab pada hari kiamat, dan timbanglah amal kalian di dunia ini sebelum nanti ditimbang pada hari kiamat. Sesungguhnya kalian akan merasa ringan dengan bermuhasabah pada hari ini untuk menghadapi hisab kelak. Dan berhiaslah kalian (dengan amal sholeh) untuk menghadapi hari pameran agung. Pada hari itu perbuatan kalian akan ditampilkan tidak ada yang tersembunyi sedikitpun. “
Muhasabah bisa dilakukan sebelum beramal, maupun sesudah beramal. Ketika muhasabah dilakukan sebelum beramal, maka ini merupakan bagian dari memastikan bahwa amal perbuatan yang dilakukan murni karena Allah SWT., bukan karena ingin mendapatkan pujian dari manusia. Begitu juga ketika sudah beramal, muhasabah dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana amal perbuatan yang sudah dilakukan, apakah sudah baik dan sesuai dengan ketentuan yang Allah tentukan? atau malah sebaliknya. Disinilah peran penting muhasabah diri sebagai bagian dari mengukur diri, sebagai kontrol diri agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sedemikian pentingnya evaluasi diri, menjadikan para salafush shalih banyak berkomentar tentangnya.
Berkata Imam Hasan al-Bashri :
Sesungguhnya seorang hamba akan selalu dalam keadaan baik selama dia mempunyai penasehat dari dirinya sendiri, dan selalu bermuhasabah diri.“
Maimun bin Mahran berujar :
Seorang hamba akan menjadi takwa jika muhasabah (evaluasi diri) lebih akrab baginya daripada kawan akrabnya.”
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa evaluasi diri adalah sebagai berikut:
Pertama: Memulai yang wajib; jika seseorang melihat ada kekurangan, ia menambahnya. Kedua: Mencermati larangan; jika seseorang tahu bahwa ia melakukannya, ia menyusulinya dengan taubat, istighfar, dan kebaikan-kebaikan yang dapat menghapus dosa tersebut. Ketiga: Evaluasi atas kelalaian, dan ia menyusulinya dengan zikir, menghadap Allah pencipta langit dan bumi, dan pencipta Arsy yang Mahaagung. Keempat: Evaluasi atas gerak-gerik anggota badan, pembicaraan lisan, perjalanan kedua kaki, gerak kedua tangan, pandangan kedua mata, pendengaran kedua telinga, apa yang kuinginkan dengan ini? Untuk siapa aku melakukan? dan bagaimana aku melakukan?

Maka demikianlah seharusnya seseorang mengevaluasi dirinya, nafas demi nafas dan juga kemaksiatan yang terkandung dalam hati di setiap waktu. Seorang mukmin dianjurkan menuju kesempurnaan dan menggapai derajat tinggi, maka ia harus mencermati aktivitasnya, ia mengawasi niat dan kehendaknya, amal dan aktivitasnya. Ia tidak basa-basi atau sungkan terhadap dirinya sendiri, terlebih menganggap dirinya suci dengan beranggapan apa yang dilakukannya sudah cukup.