June 21, 2015

Surfing di Blue Point Beach

Sebagai laki-laki baik hati dan rajin menabung yang selalu terpesona dengan yang namanya pantai (mulai narsis akut) alias beach hunter, maka nggak sah kalo selama di Bali tidak mengunjungi pantai yang satu ini. Niat awalnya, saya mau sok-sok’an mandi gitu di bawah tebing karang yang menjulang itu, tapi nggak jadi, udah ngeri duluan melihat ombak yang segede kapal gitu dan siap menghepaskan saya ke pelabuhan hati si dia *plak.
Blue point beach atau juga dikenal dengan pantai suluban ini memang menjadi salah satu tempat favorit para surfer. Meski saya bukanlah seorang surfer, tapi menikmati pantai ini saja sudah lebih dari cukup. Untuk mencapai pantai ini, gampang banget, cukup arahkan kendaraanmu ke arah Uluwatu, nanti bakalan ketemu pantai padang-padang, setelah itu baru pantai ini, gampang, jangan takut nyasar. Setelah sampai, saya harus menuruni anak tangga di antara cafe-cafe yang berada di tebing yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat leha-leha sambil melihat laut yang begitu cantik. Dari atas, kita bisa melihat betapa indahnya pantai ini. Ombaknya yang memanjakan para surfer yang lalu lalang membawa papan surfing, cafe-cafe yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil merasakan embusan angin yang menyejukkan, dan tentu saja semua itu memang sayang jika dilewatkan begitu saja.
Saya menghabiskan beberapa jam di pantai ini, menunggu air laut agak surut agar bisa mandi di cekungan karang yang berupa gua yang dilewati para surfer untuk menuju pantai. Jika kamu adalah seorang surfer yang sudah memiliki jam terbang yang keren, kamu boleh mencoba surfing di pantai ini, namun kalo masih ecek-ecek kayak saya, mendingan surfing di pantai yang ombaknya lebih bersahabat saja, ya. Kasihan kalo kamu terhempas ombak dan kena batu karang, apalagi kalo kamu masih single, kan kasihan #dilemparPapansurfing.
Di pantai ini, ada banyak spot cantik untuk mengabadikan keberadaanmu di tengah keindahan pantai. Berhubung saya sudah agak jarang dipotret, jadi saya lebih suka memotret suasana saja, nggak terlalu obses kudu punya foto muka saya di pantai ini. Ada sih, palingan cuma beberapa aja. #halah. Ke pantai ini memang perlu hati-hati ekstra banget, karena memang bermula dari tebing jurang yang disulap menjadi tempat wisata yang keren. Kalo kamu bawa anak kecil, jangan sampai lengah dikit aja, bisa-bisa anak kecil udah lompat aja ke bawah dan itu bisa merenggut nyawa.
Bisa foto pernikahan di sini
Buat yang lagi bingung untuk foto pernikahan, disini juga ada tempat khusus yang disewakan untuk menjadi pilihanmu mengabadikan kebersamaan dengan kekasih hati. Dijamin keren, deh, fotonya. Oh iya, untuk masuk ke pantai ini cuma cukup bayar 5.000, aja. Itu udah termasuk tiket masuk dan parkir. Hanya dengan membayar segitu, kita sudah dapat menikmati keindahan yang luar biasa di pantai ini. Kalo mau mandi, coba tunggu agak siangan dikit, ya, soalnya kalo pagi biasanya ombaknya lagi gede banget, susah untuk renang dengan kondisi ombak yang demikian. Jadi mendingan tunggu agak siangan ketika ombak udah nggak terlalu gede, tapi itu juga perlu hati-hati banget, karena ombak langsung terhempas ke dinding tebing karang yang menjulang.
Jangan takut kelaparan di pantai ini, ada banyak cafe-cafe yang bisa kamu jadikan tempat untuk bersantai sambil menikmati menu aneka ragam. Untuk kamu yang Muslim, tentu saja jangan lupa memastikan bahwa makanan yang kamu pesan adalah makanan halal, ya, maklum, penduduk di Bali mayoritas beragama Hindu. Di pantai ini, mayoritas pengunjungnya adalah turis mancanegara, tidak terlalu banyak turis lokal yang saya jumpai. Turis-turis ini datang jauh-jauh untuk surfing disini, lah, saya malah belum pernah nyobain. Sepertinya PR saya sekarang adalah kudu belajar surfing #mulaiNgimpi. Masalah penginapan juga nggak usah khawatir, ada banya tempat penginapan yang bisa kamu pilih yang disesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Kalo mau berkemah di pantai ini juga bisa menjadi pilihan yang menyenangkan tentunya.

Gimana? Tertarik mengunjungi pantai ini?